MANADO, 15 JUNI 2023 – Pesona alam di Sulawesi Utara (Sulut), makin dikenal dunia, selain Taman Laut Bunaken.
Ini dibuktikan, dengan makin bertambahnya para wisatawan mancanegara yang memilih ke Nyiur melambai, untuk dijadikan sebagai tujuan mereka melakukan aktivitas birdwatching, atau yang dikenal sebagai kegiatan pengamatan burung yang dilakukan di alam liar atau habitat asli mereka, secara langsung atau menggunakan alat.

Seperti yang dilakukan oleh tiga wisatawan mancanegara asal Kenya, Rusia dan Malaysia pagi hingga sore tadi di kawasan Hutan Lindung Mahawu. Dipandu, oleh salah satu pemandu wisata senior bersertifikasi andalan Sulut, Rahman Adams atau yang dikenal juga dengan sebutan Adams Sulawesi Eco Guide mereka menanti kehadiran salah satu burung mungil yang endemic di Pulau Sulawesi.
Menurut Adams, para birdwatching bukanlah wisatawan yang biasa biasa saja, karena mereka kebanyakan para peneliti yang dibiayai universitas besar, para fotografer khusus, dan para masyarakat kelas menengah yang memang hobi dan cinta alam. “Karena hitungannya, perlengkapan yang mereka gunakan untuk aktivitas ini. Kamera mereka, bukanlah kamera di gadget, kebanyakan kamera yang digunakan adalah kamera professional yang memiliki harga jutaan. Dan mereka nyaman berada di hutan tanpa merusak,” ungkap Adams.

Mereka adalah wisatawan yang sangat sabar dan begitu mencintai alam, terang Adams. Pasalnya, mereka rela subuh subuh bangun dan rela menunggu di area hutan selama ber jam jam demi melihat dan mengabadikan secara langsung burung yang mereka incar. “Kata mereka, sepadan dengan apa yang mereka bayar, saat melihat burung burung cantik tersebut terekam dalam kamera mereka,” tutur Adams.
Para tamunya, kali ini kata Adams, menginginkan melihat langsung di si Scaly-breasted Kingfisher di Hutan Lindung Gunung Mahawu, Tomohon. Dan mereka beruntung karena si cantik yang disebut juga sebagai Cekakak hutan dada sisik bisa mereka lihat dan abadikan. Si burung mungil yang berstatus konservasi adalah spesies burung dalam famili Alcedinidae. Burung ini menghuni hutan primer dan sekunder pada ketinggian sekitar 900 – 2000 meter dari permukaan laut. (graceywakary)





