MANADO, 30 JUNI 2023 – Pakar keanekaragaman hayati dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), DR Jhon Tasirin belum lama ini menggunggah bayi reptil yang dikenal dengan nama latin Cuora amboinensis, atau kura kura kotak Melayu.
Secara gamblang, Tasirin yang kini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik di Fakultas Pertanian Prodi Kehutanan mengaku terkejut, dengan penemuannya ini. Pasalnya, si reptil mungil yang umumnya dikenal dengan sebutan Manado, sebagai tuturuga air tawar ini ditemukan di kawasan Hutan Kairagi yang berdekatan dengan Sungai Kairagi Manado ini, telah masuk dalam golongan Endangered alias langka dan terancam punah di The International Union for Conservation of Nature (IUCN), serta masuk juga di Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora atau CITES dengan masuk sebagai reptile yang tidak bisa diperdagangkan bebas alias Appendix 2.

Pada MANADONES, dosen yang menyelesaikan MSc nya pada tahun 1996 di The University of New Brunswick dan PhD nya pada 2004 lalu di University of Tasmania tahun 2004, amat berharap agar pemerintah kota di kepemimpinan Wali kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr Richard Sualang, (AA—RS), bisa memberikan dukungan dan perlindungan pada area hidup dari reptil yang awalnya hanya ditemui di Ambon dan kawasan Asia tenggara seperti Malaysia. Namun karena pemburuan yang luar biasa pada tahun 1990 an dimana dagingnya amat diminati para pecinta kuliner eksotis dari Asia, membuat reptil ini makin langkah ditemui, dan awal siang tadi Tasirin menemukan kawasan mereka di area Kota Manado. “Sangat menarik, ternyata kota kota, Manado menjadi salah satu kawasan reptil yang hampir punah ini, untuk berkembang biak. Sangat berharap, pemerintah kota dalam hal ini wali kota dan wawali bisa mendukung konservasi mereka di kawasan Hutan Kairagi,” tutur Tasirin. (graceywakary)





