MANADO, 29 JULI 2026 — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dan Gorontalo mencatatkan kinerja positif hingga tahun 2026.
Ini diungkap dalam sambutan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut dan Gorontalo (Sulutgo) Robert HP Sianipar pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), yang digelar siang tadi di Manado. Akumulasi KUR yang berhasil disalurkan di kedua provinsi ini mencapai lebih dari Rp1,29 triliun.
Di Provinsi Sulawesi Utara, KUR telah disalurkan kepada 13.652 debitur dengan nilai total mencapai Rp927,28 miliar. Sementara di Provinsi Gorontalo, penyaluran KUR menyasar 7.021 debitur dengan nilai nominal sebesar Rp369,36 miliar.
“Penyaluran pembiayaan produktif ini difokuskan untuk menggerakkan sektor UMKM, petani, nelayan, dan sektor prioritas lainnya. Kami berharap akses modal ini dapat meningkatkan daya saing usaha dan menciptakan lapangan kerja baru,” kata Sianipar. Dia juga mengurai, TPAKD wilayah Sulut dan Gorontalo mengakselerasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Program ini difokuskan pada pengembangan komoditas unggulan daerah melalui skema ekosistem closed loop.
Skema tersebut mengintegrasikan pembudidaya, pelaku usaha, offtaker (pembeli siaga), dan lembaga keuangan secara terstruktur. Beberapa proyek PED yang saat ini berjalan meliputi PED Sapi Potong di Kabupaten Gorontalo, PED Nilam di Minahasa Selatan, PED Kacang Tanah di Minahasa, serta PED Perikanan Tangkap di Kota Bitung.
“Penyaluran pembiayaan diarahkan langsung pada sektor produktif daerah seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata. Langkah ini juga didukung perluasan agen Laku Pandai serta digitalisasi pembayaran daerah,” ungkapnya.
Melalui integrasi program kerja dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di masing-masing provinsi, TPAKD optimistis target peningkatan pendapatan masyarakat dan kemandirian ekonomi daerah dapat tercapai secara terukur.
Rakorwil yang digelar di NDC Hotel and Resort ini dihadiri langsung oleh Gubernur Gorontalo Dr Ir H Gusnar Ismail MM, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut Darmawan TB Hutabarat, Direktur Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah OJK Insan Hasani, Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas Rosy Wediawaty, Kepala Divisi Pengembangan Inklusi Keuangan OJK Arinengwang Gusta Galung Raharjo, dan para pejabat SKPD Gorontalo dan Sulut.(gracey wakary)





