Indosat jadi Operator Telekomunikasi Pertama di Asia Tenggara yang Meraih EnMS

Tampak CEO NeutraDC, Andreuw Th A F, dan CEO BDx,Mayank Srivastava, disaksikan oleh Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, dan President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha.

JAKARTA, 25 JANUARI 2024 – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), kembali meraih prestasi gemilang di tahun 2024 ini, dengan mendapatkan akreditasi sertifikasi ISO 50001:2018 atas penerapan efisiensi Sistem Manajemen Energi (EnMS), dan peningkatan kinerja energi yang berkelanjutan.

 

Pencapaian ini menjadikan Indosat sebagai operator telekomunikasi pertama di Asia Tenggara yang menerima sertifikasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk meminimalisir dampak lingkungan lewat keunggulan operasional yang berkelanjutan. “Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan semua pihak terhadap komitmen Indosat dalam menekan dampak lingkungan dari proses operasional kami. Akreditasi ini merupakan salah satu tonggak penting perjalanan tanpa akhir kami dalam memberdayakan Indonesia khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi secara efisien. Lewat sertifikasi ini, kami berharap dapat memaksimalkan upaya berkelanjutan kami dalam mendukung agenda transformasi digital di Indonesia,” kata President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha.

Baca juga  Telkom dan Indosat Ooredoo Hutchison Resmi Berduet untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

 

Dia kemudian menguraika ISO 50001:2018, merupakan standar internasional yang diberikan oleh UAY Audit UK Limited, anggota International Register of Quality Assessed Organizations (IRQAO), yang merupakan lembaga sertifikasi yang memberikan penilaian terhadap sistem manajemen energi. Proses audit yang telah dilaksanakan, menambah kredibilitas Indosat dalam pemanfaatan energi dalam operasional bisnisnya secara efisien dan berkelanjutan. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EBTKE) tahun 2022, konsumsi energi di Indonesia mencapai 3.067.653.600 Gjoule atau setara 852.126 GWh.

 

Upaya penghematan melalui konservasi energi ini mencapai 56.098.914 Gjoule setara 15.583 GWh, atau sekitar 2% dari total konsumsi energy dengan penurunan emisi sebesar 8,5 juta tCO2e. Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi secara efisien, Indosat turut meningkatkan kapasitasnya dalam menjaga aspek lingkungan dengan memenuhi standar internasional dalam setiap kegiatan operasional bisnisnya. “Keberhasilan mendapatkan sertifikasi ISO 50001:2018 tersebut mencerminkan dedikasi Manajemen Indosat terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan, tidak hanya unggul dalam industri telekomunikasi Tanah Air, tetapi juga menegaskan sikap proaktif Indosat dalam berkontribusi pada upaya konservasi energi global,”tambahnya. (graceywakay)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *