MANADO, 24 APRIL 2024 – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi utara (Sulut), siang kemarin bersama Dinas Pertanian Peternakan Perikanan (DPPP) Tomohon, dan Petani Unggulan Bank Indonesia (PUBI) 2024, yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Suloi Rabit Tomohon melakukan panen perdana komoditas penyumbang inflasi, cabe rawit.
Panen perdana ini, dilakukan langsung oleh Kepala BI KPw Sulut, Andry Prasmoko, diatas lahan pertanian yang luasnya mencapai 0,6 hektare, dengan jumlah tanaman ditanam sebanyak 6.000 cabe rawit. “Diharapkan panen ini dapat memenuhi pasokan cabai rawit di Tomohon, dan mendukung pengendalian inflasi daerah, mengingat harga cabai masih cenderung tinggi,” kata Andry Prasmuko didampingi Kepala Tim Implementasi Kekda BI Sulut, I Made Doni. Dia juga mendorong, Poktan Sukoi Rabbit dan dinas terkait terus menggaungkan aksi tanam cabai, sebagai pengerak ekonomi kerakyatan. “Apa yang sudah diupayakan poktan Sukoi Rabbit dan Pemkot Tomohon ini adalah terobosan cabai yang dagingnya tebal dan tahan lama. Semoga bisa direplikasi oleh poktan lainnya,” kata Andry.
Ketua Poktan Sukoi Rabbit Richard Kainde, menerangkan nama Sukoi Rabbit diambil dari belasan tahun lalu saat para petani hendak mengembangkan peternakan kelinci di sekitar sungai jalan Okoi, Tomohon. Sehingga mereka sepakat membuat kelompok peternak Sukoi Rabbit. Richard yang termasuk anggota PUBI 2024 yang terus menggalakan kegiatan tanam pertanian di lahan lahan kosong yang ada di Kota Tomohon. Richard juga memuji program PUBI yang sempat diikutinya, dimana dirinya mendapat pandangan luas tentang ilmu pertanian kekinian. Sementara, Sekretaris DPPP Tomohon, Michael Joseph mengatakan petani adalah garda terdepan Pemkot Tomohon dalam meningkatkan ketahanan pangan. Bersama dengan petani, dan stakeholder lainnya, Pemkot Tomohon berupaya semaksimal mungkin meningkatkan produksi pangan. “Kami berharap kelompok-kelompok tani lainnya dapat mengikuti jejak kelompok tani Sukoi Rabbit,” pungkasnya. (graceywakary)




