Dorong IKM Tingkatkan Keterampilan Produksi Barang Tim Tridharma Polimdo Hadirkan TEFA

Tim Tridharma PT Polimdo saat penyerahan bantuan belum lama ini.

MANADO, 17 SEPTEMBER 2024 – Sebagai salah satu perguruan tinggi (PT) vokasi terbaik di Indonesia, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) juga wajib melakukan kegiatan Tridharma, melalui aksi nyata dalam mendorong pembangunan daerah dan nasional.

 

Bacaan Lainnya

Salah satunya yang terkini, adalah  ikut terlibat dalam mendorong peningkatan kemampuan kapasitas dari Industri Kecil Menengah (IKM) di Sulawesi utara (Sulut), melalui perancangan dan implementasi strategi pemasaran dan laporan keuangan berbasis teknologi yang terintegrasi Teaching Factory (TEFA), untuk pengembangan produk hasil dari “Manado Ecocrafts”, yang ramah lingkungan.

Baca juga  Polimdo Satu satunya Perguruan Tinggi di Indonesia yang Diakui PADI

 

Menurut Tim Pengabdi yang diketuai oleh Dr Ir Don RG Kabo SST  MT pada MANADONES, kegiatan Tridharma Polimdo ini dinamakan Program Inovasi Kreatif, untuk mitra vokasi yang kemudian disebut “Inovokasi”. Dimana dalam Inovokasi ini, mereka membentu program pembinaan dan penguatan usaha pada level mikro agar terjadi kerjasama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. “Kerjasama yang dimaksud yaitu pemanfaatan hasil penelitian kami, untuk membantu menyelesaikan permasalahan mitra vokasi. Salah satu yang kami hadirkan adalah pengembangan strategi pemasaran dan penerapan laporan keuangan berbasis teknologi yang terintegrasi menggunakan pendekatan TEFA,” jelasnya didampingi para anggota kegiatan Tridharma Polimdo, Dr Ivonne Helena Putong SEAk MAk, Adelaida Joroh SE MM, dan Arifmanuel Kolondam SE MM, saat pada penyerahan bantuan kelengkapan kegiatan ini pada pekan lalu (10/9), di Desa Tongkaina Manado.

Baca juga  Polimdo Bantu Pengelolaan Kas GMIM Lotta Pineleng Pelatihan Peningkatan Kompetensi

 

Tim inipun berharap, adanya peningkatan produksi dan penjualan, selain meningkatnya pengetahuan, peralatan dan  keterampilan  dalam produksi barang yang ramah lingkungan. Menurut Owner Manado Ecocrafts, Henry Petra Johanis, usahanya ini berdiri di Desa Tongkaina, Kecamatan Bunaken, Kota Manado, sejak tahun 2018, dan merupakan industri rumahan kerajinan  tangan yang menggabungkan keunikan budaya lokal dengan upaya pemanfaatan limbah kayu  kelapa, saat ini bidang usaha mereka adalah perdagangan eceran dari kerajinan berbahan dasar kayu, bambu, rotan, pandan, rumput dan sejenisnya. “Jadi bantuan peralatan ini Kemendikburistek, yang menjadi pemenang hibah Inovokasi,” tambah Putong. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *