MANADO, 3 JANUARI 2024 – Masyarakat Sulawesi utara (Sulut), wajib selalu mewaspadai peredaran uang rupiah palsu disekitar kita.
Metode Bank Indonesia (BI), yaitu Dilihat, Diraba dan Diterawang atau 3D, menjadi bagian kunci untuk mengenali rupiah asli dan palsu. Ini dikatakan oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulut, Andry Prasmuko pada MANADONES. “Kuncinya kita paham dan tahu uang rupiah yang beredar. Metode 3D adalah sebuah aksi yang bisa dengan cermat membedakan uang rupiah asli atau palsu,” kata Andry.
Seperti diketahui kasus uang palsu yang ditemukan di UIN Alauddin Makassar, belum lama ini. Diuraikan juga oleh Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim bahwa uang palsu yang menjadi barang bukti aksi criminal ini, merupakan Rupiah yang diragukan keasliannya, memiliki kualitas yang sangat rendah. “Barang bukti berupa uang palsu tersebut sangat mudah diindetifikasi dengan metode 3D, tidak ada unsur pengaman yang berhasil di palsulkan,” jelas Marlison.
Hingga kini, tambah Marlison melalui Data BI temuan uang palsu Rupiah menujukkan trend semakin menurun. “Sepanjang 2024 ini, edukasi mengenal uang rupiah secara masif dilakukan di daerah dan pelosok nusantara,” terangnya. (graceywakary)





