MANADO, 23 MEI 2026 – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) resmi menetapkan target realisasi investasi tahun 2026 sebesar Rp12,13 triliun.
Langkah strategis untuk mengejar target tersebut dibahas dalam forum koordinasi Dedicated Team Meeting (DTM) Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulut di Manado, Kamis (21/5/2026) lalu. Dalam siaran pers yang diterima MANADONES disebutkan target baru ini meningkat dari capaian realisasi investasi tahun 2025 yang mencatatkan angka Rp10,1 triliun.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Franciscus Manumpil, menyebutkan hingga triwulan I 2026, realisasi investasi di Sulut telah berjalan di jalur positif. “Hingga triwulan pertama tahun ini, realisasi investasi di Sulawesi Utara sudah mencapai 18 persen dari target baru yang ditetapkan,” ungkap Franciscus saat membuka acara.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa kestabilan ekonomi daerah menjadi modal kuat untuk menarik para pemilik modal. Pada triwulan I 2026, ekonomi Sulut tercatat tumbuh stabil sebesar 5,54 persen (year-on-year).
Meski demikian, Joko mengingatkan perlunya akselerasi yang lebih tinggi melalui refocusing promosi investasi. RIRU Sulut diarahkan untuk memprioritaskan empat sektor utama yang memiliki nilai ekonomis tinggi, berstatus hukum clean and clear, serta sejalan dengan program nasional. Keempat sektor tersebut meliputi hilirisasi, ketahanan pangan dan agroindustri, energi terbarukan, serta sektor kesehatan.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulut, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., ini dihadiri oleh jajaran Bupati, Walikota, dan Sekda se-Sulut. Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara komitmen bersama untuk mengakselerasi investasi demi pertumbuhan ekonomi Sulut yang inklusif dan berkelanjutan.(gracey)





