MANADO, 7 JANUARI 2025 – Kinerja keuangan Indonesia, di tengah tengah dinamika perekonomian global saat ini, masih stabil.
Ini diuraikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2024 di Jakarta melalui online dan offline sore tadi. Dikatakannya dari sisi domestik, perekonomian Indonesia terjaga stabil, dengan tingkat inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 1,55 persen year on year (yoy) dengan inflasi inti naik menjadi 2,26 persen (yoy). “Surplus tenaga perdagangan juga terus berlanjut dan PMI manufaktur terus membaik. OJK juga terus mencermati perkembangan terkini, dengan meminta lembaga jasa keuangan agar terus memonitor faktor-faktor risiko tersebut secara berkal, dalam rangka mengukur kemampuan OJK untuk menyerap potensi risiko yang terjadi,” katanya, sembari menyebut OJK telah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 28 tahun 2024 tentang pengelolaan informasi rekam jejak pelaku melalui sistem informasi pelaku di Sektor Jasa Keuangan (Sektor Jasa Keuangan).
Selain itu, dia juga mengingatkan tentang kondisi pasar keuangan dunia menjelang pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. “Pelaku pasar juga terus mencermati kebijakan dari Presiden terpilih AS Donald Trump, akan turut mempengaruhi kenaikan volatilitas pasar keuangan,” ungkapnya. Disentil juga tentang pasar regional Asia, dimana pemulihan sisi supply di China mulai terlihat meskipun belum ada sinyal perbaikan dari sisi demand, yang mana data Consumer Price Index (CPI) terus menunjukkan disinflasi dan ekspor yang terkontraksi, di sisi lain, PMI manufaktur tercatat di zona ekspansi. (graceywakary)





