BI Ajak Mahasiswi dan Perempuan Berdaya di Sulut Ikut Program Wanua dan Patua

Staf BI KPw Sulut Aurel saat memaparkan tentang QRIS pada para perempuan dan mahasiswi yang hadir dalam seminar dan diskusi yang digelar FJPI Sulut 11 April lalu.

MANADO, 13 APRIL 2025 – Kantor Perwakilan (KPw) BanK Indonesia BI) Sulawesi utara (Sulut), mengajak para mahasiswi dan perempuan berdaya, untuk terlibat dalam program progam menarik yang mereka miliki.

 

Bacaan Lainnya

Ada dua program yang kini dihadirkan BI Kpw Sulut untuk mendorong perempuan Sulut berkontribusi dalam keluarga dan pembangunan daerah, program ini adalah Wira usaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua), dan Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua). “Kami menyediakan program dan dukungan untuk semua masyarakat, dan perempuan pastinya. Kami menyakini perempuan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan usaha seperti membuka lahan mini di area rumah alias petani modern, dan usaha mikro kecil menengah atau UMKM,” ujar staf BI KPw Sulut, Sumiarti dihadapan perempuan Sulut yang ikut dalam seminar dan diskusi yang digelar oleh Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sulawesi utara (Sulut) bersama Honda – PT Daya Adicipta Wisesa (DAW), dengan dukungan KPw BI Sulut pada (11/4) lalu di Whiz Prime Hotel Manado.

Baca juga  Danlantamal VIII Pastikan Tidak Ada Pungli di Seleksi Calon Taruna AAL

 

Selain itu, BI KPw Sulut juga menjelaskan tentang Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS yang dibawakan oleh Aurel yang juga staff BI KPw Sulut, dengan gaya kekinian. Dimana QRIS kini menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari gaya hidup.

 

Seperti diketahui kegiatan ini digelar oleh FJPI Sulut, dalam rangka memperingati Hari Kartini pada 21 April, dan Hari Maria Walanda Maramis pada 22 April mendatang mengangkat tema, “Perempuan Aman dan Berdaya: Warisan Kartini dan Maria Walanda Maramis untuk Generasi Masa Kini, menghadirkan Ipda Deby Sanuri dari Lantas Polres Minahasa Utara, Instruktur safety riding dari Honda – DAW Agnes Mapalei SKom, Sekretaris FJPI Sulut Gracey Wakary SH,  anggota DPRD Sulut sekaligus pendiri Komunitas Tumbuh Bersama Pricylia Rondo SS MPd, tim BI Sulut dan Lidya Watung SH selaku aktivis perempuan yang tergabung dalam Tim Zero Human Trafficking Suluttenggo, dengan dukungan BI KPw Sulut, Indosat, Sizzy Matindas Batik dan Whiz Prime.(graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *