MANADO, 2 JUNI 2025 — Sulawesi utara (Sulut) pada Mei 2025 lalu, kembali mengalami deflasi untuk month to month (mtm).
Ini dijelaskan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (Sulut) Aidil Adha siang kemarin. Dimana pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yaitu pada cabai rawit menjadi komoditas yang dominan memberikan andil pada deflasi Mei 2025 sebesar 0,42 persen kemudian ikan selar atau ikan tude sebesar 15 persen, bawang merah sebesar 0,10 persen, ikan malalugis atau ikan sorihi sebesar 0,09 persen, ikan cakalang/ikan sisik sebesar 0,08 persen, bawang putih sebesar 0,04 persen, daging ayam ras sebesar 0,03 persen, ikan deho sebesar 0,02 persen; daging babi, ikan tuna, cumi-cumi, wortel, kentang, dan ikan kembung, ikan gembung atau ikan banyar atau ikan gembolo atau ikan aso-aso masing-masing sebesar 0,01 persen.
Pada kelompok pakaian dan alas kaki, juga ikut mmberikan andil pada deflasi mtm ini, sebesar 0,08 persen. Dimana, baju anak stelan, blus wanita, dan sandal kulit pria masing-masing sebesar 0,02 persen. Kemudian bra, celana panjang jeans pria dan sepatu wanita masing-masing sebesar 0,01 persen.
Untuk kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, dan kelompok rekreas, olahraga dan budaya, juga pada kelompok pendidikan tidak memberikan andil pada deflasi, serta kelompok penyediaan makanan, minuman atau restoran. Namun pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan Rutin Rumah Tangga walau kecil namum memberikan andil deflasi 0,01 persen. Begitu juga pada kelompok kesehatan yang menyumbang deflasi 0,01 persen. Kelompok transportasi khusus angkutan udara juga memberikan andil deflasi 0,04 persen.
Di kelompok Informasi, komunikasi dan jasa keuangan terutama pada telepon seluar memberikan andil 0,01 persen. “Serta pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti yaitu parfum sebesar 0,02 persen, sabun mandi cair, tissu, dan popok bayi sekali pakai diapers masing-masing sebesar 0,01 persen,” kata Aidil di Kantor BPS Sulut siang tadi. (gracey wakary)





