MANADO, 1 JULI 2025 – Ajang North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) akan kembali digelar oleh Bank Indonesia (BI).
Kegiatan yang mendorong dunia investasi Sulawesi utara (Sulut) ini, akan menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulut. Rangkaian NSIC diawali dengan capacity building dengan fasilitator utama pelatihan berasal dari PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII). Selain itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sulut, dan Kantor Perwakilan (KPw) BI Jawa Tengah juga turut hadir memberikan insight terkait pemilihan proyek clean and clear. “Perlunya partisipasi aktif setiap project owner pada proses pembelajaran yang berlangsung selama tiga hari. Dengan demikian, prospektus yang dihasilkan melalui capacity building diharapkan memiliki nilai tambah yang komprehensif,” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulut Joko Supratikto menekankan, dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Sulut Syalom Koromis menyampaikan peran investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah sehingga tiap kabupaten dan kota diharapkan mampu menyajikan data dan informasi yang akurat berkaitan potensi dan peluang investasi yang dapat diolah lebih lanjut di forum ini.
Dalam siaran pers yang diterima oleh MANADONES, dijelaskan juga bahwa ajang NSIC 2025, merupakan tindak lanjut Dedicated Team Meeting bidang Investasi yang dipimpin secara langsung oleh Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE pada 19 Mei 2025 lalu, yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut dan para Kepala Daerah Kabupaten dan Kota se-Sulut.
Dimana pada ajang tersebut Gubernur Sulut menyampaikan perlunya mendorong investasi di daerah melalui ketersediaan proyek clean and clear. Menurut pemimpin pilihan rakyat Sulut ini, NSIC 2025 diharapkan mampu mendulang berbagai proyek unggulan daerah yang siap untuk dikerjasamakan atau Investment Project Ready to Offer sehingga dapat ditawarkan ke berbagai investor strategis melalui berbagai forum promosi internasional. (gracey wakary)




