MANADO, 23 JULI 2025 – Motor matik begitu mudah, dan nyaman untuk digunakan, namun ada yang wajib diperhatikan, V-belt.
V-belt sendiri adalah salah satu komponen krusial dalam sistem transmisi motor matik yang sebagai penghubung antara mesin dan roda melalui sistem Continuous Variable Transmission (CVT). Dimana V-belt bekerja dengan prinsip gesekan untuk mentransfer tenaga secara efisien. Namun, seperti komponen lainnya, V-belt memiliki masa pakai dan memerlukan perawatan berkala agar performa motor tetap optimal.
Jika V-belt aus atau putus, efeknya bisa beragam, mulai dari tenaga motor berkurang karena slip pada sistem CVT, konsumsi bahan bakar meningkat akibat transmisi tidak bekerja optimal, adanya getaran dan suara kasar dari bagian CVT, menandakan V-belt sudah tidak presisi. Dan, tentu saja motor tidak bisa digunakan ketika V-belt putus.
Berikut ini cara merawat V-Belt Agar Awet yang dilansir dari laman astra-honda.com :
- Periksa Secara Berkala di AHASS
Disarankan pengecekan V-belt setiap 8.000 km di bengkel resmi (AHASS). Teknisi akan memeriksa ketegangan, retak, atau keausan yang bisa mengurangi daya cengkeram.
- Hindari Gas Berlebihan Saat Idle
Memutar tuas gas saat motor diam (idle) memberi beban tidak perlu pada V-belt. Kebiasaan ini mempercepat keausan karena gesekan berlebih pada pulley CVT.
- Gunakan V-Belt Original
V-belt aftermarket yang tidak standar berisiko merusak pulley dan komponen CVT lain. Data menunjukkan V-belt palsu memiliki ketahanan 30-40% lebih rendah dibanding original.
- Ganti Setiap 24.000 km
Meski terlihat masih utuh, V-belt disarankan diganti maksimal setiap 24.000 km (sesuai rekomendasi pabrikan. V-belt yang sudah tipis bisa putus tiba-tiba dan berbahaya saat berkendara.
Technical Service Dept. Head PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) Ridwan Suwandie, mengatakan jika menemui gejala di atas, segera kunjungi AHASS terdekat. “Dengan perawatan yang tepat, V-belt dapat bekerja optimal dan memperpanjang usia pakai sistem transmisi motor Honda anda”, ujar Ridwan. (gracey wakary)





