MANADO, 30 JULI 2025 – Musibah kebakaran KM Barcelona VA, pada Minggu siang (20/7) lalu di sekitar perairan Talise, Kabupaten Minahasa utara (Minut), Provinsi Sulawesi utara (Sulut), masih belum bisa dilupakan oleh Abdul Rahman Agu.
Pada MANADONES, pria yang berdomisili Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado mengaku hingga kini tak tertidur nyenyak, karena masih terbayang jelas di kepalanya kejadian terbakarnya KM Barcelona, dan penyelamatan para penumpang saat terombang ambing di laut lepas. Agu sendiri, dikenal sebagai salah satu dari penumpang yang pertama kali menyiarkan kejadian kebakaran di dek III, melalui siaran langsung di media sosialnya, menggunakan nomor Simpati 0852-4xxx-xxxx dengan jaringan Telkomsel 4G.
Tidak hanya itu saja, ayah dari dua putri ini pun jadi perbincangan publik, karena melakukan siaran langsung saat menyelamatkan seorang bocah perempuan, yang terombang-ambing di laut Talise, karena terlepas dari pelukan ibunya. Pekerja lepas harian, yang dikontrak oleh salah satu Satuan KERJA Perangkat Dinas (SKPD) di Sulut ini, menuturkan salah satu kekhawatirannya saat live di media sosialnya, adalah ketiadaan signal yang bisa ditangkap selularnya. “Siaran langsung yang saya dilakukan adalah untuk memohon pertolongan bantuan secepatnya. Saya sempat takut, karena biasanya saat di laut signal amat buruk dan tidak ada sama sekali,” ungkapnya

Namun kekhawatiran Agu, tidak terbukti. Pasalnya, jaringan kuat 4G Telkomsel dari kartu Simpati miliknya, terlihat merekam jelas kejadian pilu ini dengan gambar video tidak terputus. Manager Network Operations and Producitvity Telkomsel Manado, Charley Dean Jason Rambi menjelaskan tampilan live dari Agu menggunakan jaringan 4G Telkomsel yang ada di site Likupang dan Pulau Nain yang jarak jangkauan jaringannya bisa mencapai sekira 35 Km. Dimana pada tahun 2021 lalu, Telkomsel telah menambah tujuh 7 site untuk lokasi Base Transceiver Station (BTS) di KEK Likupang.
Tidak ketinggalan, Rambi juga mengabarkan pada Agustus nanti, Telkomsel resmi menghadirkan jaringan 5G secara penuh di Kota Manado dengan dua lokasi utama yaitu Bandara Sam Ratulangi Manado dengan 2 BTS dan Kawasan Mega Mas sebanyak 12 BTS. “Kedua lokasi ini dipilih karena Bandara Sam Ratulangi Manado adalah pintu gerbang wisatawan masuk ke Sulut, sementara Kawasan Mega Mas dipilih karena trafik penggunaan datanya yang sangat tinggi,” jelas Rambi, sembari menyatakan Manado menjadi kota kedua di Sulawesi setelah Makassar yang mendapat layanan 5G. “Jaringan 5G Telkomsel, telah diujicoba sejak tahun lalu di Kota Manado, dan telah diterima dan digunakan di Kawasan Mega Mas,” tambahnya.
Salah satu pengguna Telkomsel asal Kecamatan Mapanget, Maria Beatrix Umboh mengaku tak sabar untuk menikmati jaringan 5G dari Telkomsel. “Saya gamer online, jadi 5G amat saya nantikan. Informasi yang saya terima 5G Telkomsel menawarkan kecepatan unduh yang jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai 10 Gbps atau hingga 610 Mbps. Ini membuat aktivitas seperti mengunduh file besar, streaming video 4K/8K, dan bermain game online menjadi sangat lancar tanpa buffering atau lag,” sebutnya. (gracey wakary)





