MANADO, 17 SEPTEMBER 2025 – Gunung api Lokon yang ada di Kota Tomohon, saat ini masih berstatus level III atau siaga, dan tidak bisa untuk didaki atau pun didekati oleh masyarakat, di dalam radius 2,5 km dari Kawah Tompaluan (Pusat Aktivitas).
Sayangnya hal ini masih dilarang oleh oknum oknum warga yang sengaja mendaki kea rah pucak gunung yang memiliki ketinggian sekira 1.580 meter dari permukaan laut atau mdpl. Dari media sosial, terpantau adanya aktivitas disekira Kawah Tompaluan sejak kemarin. “Sangat berbahaya berada di sekitar kawah Lokon. Masyarakat kami larang beraktivitas,” jelas Penyusun laporan Pos Pengamatan Gunungapi Lokon dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Armando Manguleh AMd, dalam siaran pers yang diterima MANADONES, pagi tadi.
Ini bukan tanpa alasan, karena dalam siaran pers juga diterangkan aktivitas dari gunung api terus meningkat sejak beberapa pekan ini. Mulai secara visual, asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 25-75 m di atas puncak kawah. Dan pada malam hari tampak sinar api di Kawah Tompaluan. Untuk kegempaan sering terjadi vulkanik dangkal, vulkanik dalam hingga kegempaan tektonik jauh dengan jumlah 3, Amplitudo : 3-36 mm, S-P : tidak terbaca, dan berdurasi 80-130 detik.
Masyarakat di sekitar Lokon juga dimintas waspada, dan siap siaga selalu, jika terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat di himbau untuk tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata). Juga mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai yang berhulu dari puncak Lokon terutama pada musim hujan. (Aubrey)





