MANADO, 10 OKTOBER 2025 – Salah satu perguruan tinggi swasta Jakarta, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta siang tadi, dipimpin oleh Rektor Prof Dr Anter Venus MAComm, bersama jajaran, melakukan kunjungan di Politeknik Negeri Manado (Polimdo).

Pada kunjungan ini, Rektor UPN Veteran Jakarta mengungkap rasa kagumnya pada Polimdo, dalam kunjungan resmi ini. Disebutnya, kunjungan ini dilatari oleh nama Polimdo yang makin kencang bergaung di kancah nasional, sebagai perguruan tinggi (PT) vokasi yang memiliki kemampuan mendorong penguatan dalam sistem pembelajaran praktik. “Kami di kampus banyak berkutat pada teori. Di sini kami ingin melihat bagaimana penerapan praktik dilakukan, karena kami ingin meniru pola itu di kampus kami,” tuturnya.
Ia menambahkan, salah satu fokus utama adalah transformasi program Diploma III menjadi Diploma IV, dan berharap kerja sama yang juga digelar menjadikan UPN Veteran Jakarta makin baik. “Kami ingin menjadikan politeknik seperti Polimdo sebagai benchmark dalam pengelolaan program Diploma. Terutama belajar dari sisi praktik, melihat bengkel, laboratorium, hasil penelitian di sini, semua ini bisa menjadi standar kami ke depan,” jelas Anter, sembari mengapresiasi pendekatan Project Based Learning yang diterapkan di Polimdo, dengan keluaran nyata seperti prototipe-prototipe inovatif.
Sementara Wakil Rektor III UPN Veteran Jakarta Dr dr Ria Maria Theresa SpKJ, menyampaikan kunjungan ini bentuk kolaborasi konkret sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi, untuk meningkatkan potensi yang ada. “Kami sudah menandatangani MoU dan langsung melakukan peninjauan fasilitas. Banyak hal yang bisa kami pelajari dari Polimdo, seperti laboratorium teknik elektro dan mesin. Ini sangat mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi nantinya di tempat kami,” jelasnya.
Ria menambahkan, UPN memiliki 7 fakultas dengan total 43 program studi dari jenjang S1 hingga S3. Dan mewakili Direktur Polimdo Wakil Direktur Bidang Akademik Dr Diane Tangian SH MSi, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan ini dan berharap pertemuan membawa manfaat bagi kedua institusi. Dia juga mepaparkan berbagai capaian dan keunggulan kampus Polimdo mulai dari kerja sama dengan instansi sekelas Bank Indonesia dengan hadirnya aplikasi SIAPIK yang membantu UMKM dalam pencatatan keuangan.
Selain itu, Polimdo juga menjadi satu-satunya institusi di Indonesia Timur yang dipercaya oleh PADI untuk uji kompetensi di bidang diving. Diane menyebutkan mahasiswa Polimdo terus meningkat jumlahnya dalam program Indonesian International Student Mobility Awards, dari 5 mahasiswa (2022), 8 mahasiswa (2023), hingga 12 mahasiswa pada 2024. Mereka tersebar di berbagai negara seperti Inggris, Jerman, Korea Selatan, Australia, Taiwan, Irlandia, Polandia, dan Prancis.
Polimdo juga aktif dalam kerja sama internasional, termasuk dengan ILO yang memberikan bantuan senilai Rp2,8 miliar untuk mendirikan program studi Global Tourism Management. Tak hanya itu, kerja sama dengan Pemerintah Swiss di bidang Energi Terbarukan, dan program pengelolaan limbah plastik bersama Australia, menunjukkan komitmen Polimdo terhadap isu lingkungan.
Polimdo pun membina Desa Budo, yang kini menjadi desa digital percontohan. Awalnya merupakan desa dengan ekonomi lemah, kini berhasil mandiri secara ekonomi dan meraih Juara 1 kategori desa digital. Bahkan, desa ini telah mendapat kunjungan dari PBB. (gracey wakary)




