Di GNPIP Sulampua 2025 Gubernur Yulius sebut HadapI Inflasi Cukup Berat

Gubernur Mayjend TNI Yulius Selvanus siang tadi saat memberikan sambutan di GNPIP Sulampua 2025 yang diadakan di KPw BI Sulut.

MANADO, 27 OKTOBER 2025 – Berhadapan inflasi serta makin banyaknya aksi alih fungsi lahan pertanian, sempat membuat Gubernur Sulawesi utara (Sulut) Mayjend TNI (Purn) Yulius Selvanus kaget.

 

Bacaan Lainnya

Ini diungkapnya, saat memberikan sambutan di kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) 2025, di Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sulut di Manado siang tadi. “Perjuangan Pemerintah Provinsi Sulut hadapi inflasi itu cukup berat,” kata Gubernur Yulius, dihadapan para pimpinan daerah se-Sulampua baik gubernur, wakil gubernur, wali kota dan bupati, dan para pejabat utama Kpw BI Sulut.

 

Diurainya, tantangan inflasi ini berupa lahan pertanian terutama sawah kini hanya berada di besaran 49.000 Ha. Dimana, hal ini dipicu oleh perubahan lahan pertanian yang biasanya untuk komoditas pangan kini dijadikan lahan tumbuhan yang miliki nilai eknomis tinggi namun harga tak menentu di pasar. Juga disinggung tentang cuaca serta transportasi antardaerah, untuk mengangkut komoditas pangan ke masyarakat. “Dengan jumlah penduduk Sulut yang mencapai angka dikisaran 2,6 juta jiwa, dengan kebutuhan beras sekira 270.000 ton. Dan kita kekurangan beras sekira 120.000 ton, akibat hal diatas. Dan karena peran Bulog dan BI, kita diuntungkan hingga bisa menyediakan kebutuhan masyarakat,” urainya.

Baca juga  Halim Ditutup Lion Air Group Alihkan 19 Rute Penerbangan ke Soekarno Hatta

 

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali juga menyampaikan pertemuan GNPIP Sulampua 2025 ini.

Tidak ketinggalan disebut peran antarpemimpin daerah yang saling memasok kebutuhan komoditas pangan dan pendorong inflasi. “Networking antardaerah inilah yang harus kita jaga, agar kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi, dan petani juga untung. Kami para pimpinan daerah saling bekerja sama untuk menahan inflasi tetap pada tatarannya,” sebut gubernur pilihan masyarakat Sulut pada Pilkada lalu.

 

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali juga menyampaikan pertemuan GNPIP Sulampua 2025 ini menjadi bagian para pemimpin daerah di Sulampua melihat peluang, untuk bisa menangan inflasi daerah, untuk menyiapkan langkah menghadapi tekanan infflasi pada 2026. Walau begitu mantan Kepala KPw BI Jakarta juga mengingatkan untuk menigkatkan kewaspadaan akibat bencana alam yang disebabkan oleh anomaly cuaca.

Baca juga  Hanya 124 Pemungut yang Telah Lakukan Penyetoran Sebesar RP11,03 Triliun

 

Hadir juga pada kegiatan ini secara langsung Direktur Bisnis Bulog Febby Novita, Deputi Kemenko Bidang Perekonomian Ferry Irawan, Kepala Departemen Regional BI Aref Hartawan, Kepala KPw BI Sulawesi selatan Rizki Ernadi Wimanda, Wakil Gubernur Maluku utara Sarbin Sehe, Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto, Wali kota Manado Andrei Angouw, Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar dan para pimpinan daerah Sulampua yang hadir secara daring. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *