MANADO, 29 NOVEMBER 2025 – Transaksi ekonomi dengan menggunakan pembayaran digital di Sulawesi Utara (Sulut), menunjukkan peningkatan signifikan.
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi utara (Sulut) mencatat hingga tahun 2025, nominal transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah ini mencapai Rp4,63 triliun dengan total volume transaksi sebanyak 42.154.012 kali.
Data tersebut diungkapkan dalam agenda Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. “Perluasan ekosistem digital ini didukung oleh jumlah pengguna QRIS yang kini mencapai 514.138 pengguna, serta sebaran merchant yang telah menyentuh angka 355.386 di seluruh Sulawesi Utara,” kata Kepala Perwakilan BI Sulut dalam paparannya, yang dibacakan langung oleh Deputi KPw BI Sulut Renold Asri pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, BI Sulut yang digelar kemarin malam di Tondano Room KPw BI Sulut di Manado.
Selain sektor ritel, digitalisasi di sektor pemerintahan juga mencatatkan prestasi. Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Sulut berhasil mempertahankan predikat “Kategori Digital” untuk seluruh Pemerintah Daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dengan nilai rata-rata di kisaran 90%.
Bank Indonesia, jelas Asri menegaskan komitmennya untuk terus mengakselerasi transformasi digital melalui empat sektor utama, yakni ETPD, transportasi, pariwisata, dan penyaluran bantuan sosial nontunai, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan efisien. (gracey wakary)





