Menkum RI Mendukung Rencana Unsrat Membuka Prodi Magister Kenotariatan

Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Prof. Dr. Ir. Oktovian B. A. Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., didampingi jajaran pimpinan senat dan staf bersama Menteri Hukum (Menkum) RI, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H.

MANADO, 3 DESEMBER 2025 – Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Prof. Dr. Ir. Oktovian B. A. Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., didampingi jajaran pimpinan senat dan staf, tak henti membuka inovasi untuk kemajuan bagi perguruan tinggi terbaik yang ada di Sulawesi utara (Sulut).

 

Bacaan Lainnya

Usai berkunjung ke Kejaksaan Agung RI kemarin, siang tadi Rektor Sompie melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia. Dan Menteri Hukum (Menkum) RI, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H. menyambut langsung kehadiran Rektor Sompie dan jajaranya. Pada pertemuan ini, beberapa  langkah strategis kedua belah pihak dalam memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya terkait pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, menjadi pokok pembicaraan yang hangat.

Baca juga  PKT Optimistis di 2022 Mampu Perluas Lahan Pengembangan Pertanian Lima Kali Lipat

 

Dalam audiensi tersebut, Menteri Supratman menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana Unsrat untuk membuka Program Studi (Prodi) Magister Kenotariatan. Dukungan ini diberikan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan tenaga notaris profesional di Indonesia. Selain membahas prodi baru, Menteri Hukum juga memberikan atensi khusus terhadap isu kekayaan intelektual. Ia menyoroti pentingnya hilirisasi produk intelektual kampus, mengingat masih banyaknya paten universitas yang belum diimplementasikan secara nyata. “Paten universitas jangan hanya berhenti di atas kertas. Unsrat didorong untuk mengembangkan inovasi yang aplikatif serta selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat luas,” ujar Menteri dalam pertemuan tersebut.

 

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum baru bagi Unsrat untuk memperkuat tata kelola inovasi serta memperluas jejaring nasional. Langkah ini dinilai krusial guna meningkatkan relevansi akademik, memastikan inovasi yang lahir dari kampus dapat memberikan dampak langsung bagi publik. “Kunjungan ini demi kemajuan Unsrat dan Sulut,” ungkap Sompie. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *