MANADO, 16 SEPTEMBER 2025 – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), tengah bersiap untuk makin mematangkan persiapan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Pembaruan data ini dinilai mendesak mengingat dinamika ekonomi yang terus berkembang dan bertumbuh. Dikatakan oleh Kepala BPS Sulut Aidhil Adha dalam sosialisasi yang digelar Senin kemarin (15/12), SE2026 disebutnya memiliki peran strategis untuk menjadi basis rebasing Produk Domestik Bruto (PDB) tahun dasar 2025. Hal ini bertujuan memastikan angka PDB yang dihasilkan lebih akurat, relevan, dan mencerminkan struktur ekonomi saat ini.
“Selain itu, SE2026 juga ditargetkan memberikan insight analisis terhadap sektor-sektor baru yang berkembang pesat, termasuk ekonomi digital, ekonomi lingkungan (hijau), dan ekonomi kreatif. Data ini juga akan memperbaiki kerangka sampel (business register) yang menjadi dasar survei-survei BPS selanjutnya,” jelas Aidil pada media massa yang hadir di Kantor BPS Sulut di Manado.
Saat ini, diurai Aidhil BPS mencatat pada Sensus Ekonomi 2016 lalu, terdapat 295,23 ribu usaha di Sulawesi Utara. Dari jumlah tersebut, struktur ekonomi didominasi oleh Usaha Mikro Kecil (UMK) sebesar 98,95 persen, sementara Usaha Menengah Besar (UMB) hanya 1,05 persen. “Jadi dukungan media massa, untuk suksesnya SE2026 sangat dibutuhkan, agar meningkatkan kesadaran maayaraka dan membangun kesadaran publiK tentang pentingnya data ini,” tambahnya. (gracey)




