MANADO, 20 DESEMBER 2025 – Sebanyak 3.014 personel gabungan di Sulawesi Utara (Sulut), resmi disiagakan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat ‘Lilin Samrat’ 2025 di Lapangan Presisi Polda Sulut, Jumat (19/12) kemarin. Apel ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus, didampingi Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus. Operasi ini akan berlangsung serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus menjelaskan bahwa operasi ini mengedepankan kegiatan preventif dan penegakan hukum guna menjamin keamanan masyarakat saat beribadah, mudik, maupun berwisata. Dimana dia mengurai data kesiagaan aparat keamanan dan instansi terkait berupa Polda Sulut menyiagakan 1.080 personel Polri, didukung 367 personel TNI dan 1.567 personel dari instansi terkait lainnya seperti Dishub, Basarnas, dan Pol PP.
Selain personel, sebanyak 93 titik pos telah disiapkan yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Pos-pos tersebut terdiri dari 60 pos pengamanan, 20 pos pelayanan, dan 13 pos terpadu guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan tertib dan lancar.
Gubernur juga memprediksi adanya peningkatan mobilisasi masyarakat di Sulawesi Utara sebesar 8 persen dibandingkan tahun lalu dalam menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. “Tentunya dengan adanya apel gelar pasukan ini, (peningkatan aktivitas) bisa diatasi semua. Posko-posko cukup banyak yang kita siapkan dengan kelengkapannya,” ujar Yulius.
Mengingat kondisi di lapangan yang berpotensi padat, Gubernur memberikan pesan khusus kepada masyarakat Sulawesi Utara untuk menjaga keselamatan dan mengontrol emosi di jalan raya. Operasi Lilin Samrat 2025 ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sulut, termasuk Kapolda Sulut dan Pangdam XIII/Merdeka, sebagai bentuk sinergi lintas instansi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama masa libur akhir tahun. (gracey wakary)





