MANADO, 8 JANUARI 2026 – Selain tetap waspada banjir bandang, warga Pulau Siau di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang dan Biaro, Sitaro juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan puncak Gunungapi Karangetan.
Dalam siaran pers yang diterima MANADONES, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan tingkat aktivitas Gunung Karangetang pada Level II (Waspada). Atas status tersebut, masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas pendakian di sekitar puncak kawah. Menurut Penyusun laporan Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang, Umar Syarif, zona bahaya ditetapkan dalam radius 1,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Utara) dan Kawah Utama (Selatan). Selain itu, terdapat perluasan sektoral ke arah Barat Daya dan Selatan sejauh 2,5 kilometer.
“Masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati serta tidak melakukan aktivitas di dalam zona prakiraan bahaya tersebut,” tulis Umar Syarif dalam laporan resmi nya pagi tadi. Selain ancaman aktivitas kawah, PVMBG mengimbau warga untuk mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas guguran. Ancaman ini berasal dari penumpukan material lava sebelumnya yang kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Terdapat potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke area pantai, terutama saat intensitas curah hujan tinggi. (gracey wakary)





