MANADO, 3 JUNI 2026 — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Level II (Waspada) untuk dua gunung api aktif di Sulawesi Utara, yaitu Gunung Lokon di Tomohon dan Gunung Soputan di Minahasa Tenggara.
Masyarakat dan wisatawan dilarang keras mendekati area kawah dalam radius aman yang telah ditentukan. Berdasarkan laporan pengamatan visual dan kegempaan pada Selasa (2/6/2026) periode pukul 00.00-24.00 WITA, kedua gunung api tersebut menunjukkan pemantauan aktivitas yang fluktuatif namun tetap berada pada level yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Lokon, Farid Ruskanda Bina, melaporkan bahwa Gunung Lokon (1.580 mdpl) saat ini mengalami cuaca fluktuatif dari cerah hingga hujan dengan volume curah hujan mencapai 11 mm per hari.
Secara visual, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian 5-25 meter di atas puncak kawah. Dari sisi kegempaan, tercatat aktivitas berupa 7 kali gempa Vulkanik Dangkal (Amplitudo: 3-10 mm, Durasi: 3-11 detik), 4 kali gempa Tektonik Jauh (Amplitudo: 6-19 mm, Durasi: 40-55 detik).
Untuk itu Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari Kawah Tompaluan selaku pusat aktivitas. Warga juga diimbau menyiapkan masker dan kacamata guna mengantisipasi hujan abu jika terjadi letusan, serta mewaspadai potensi lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung saat hujan turun.
Sementara itu, Gunung Soputan (1.809 mdpl) yang berada di Minahasa Tenggara juga mengantongi status Level II (Waspada). Petugas Pos Pengamatan, Jeheskiel Harto Proklami Montolalu, mencatat adanya 8 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo cukup besar berkisar antara 10-40 mm dan durasi hingga 129 detik.
Mengingat karakter letusannya, PVMBG mengeluarkan rekomendasi sektoral yang lebih spesifik untuk mengantisipasi bahaya primer. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 1,5 km dari puncak, serta diperluas hingga 2,5 km ke arah wilayah sektoral Barat-Barat Laut yang merupakan daerah bukaan kawah. Hal ini guna menghindari ancaman langsung leleran lava dan awan panas guguran.
Selain itu, warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di lereng Gunung Soputan diminta waspada terhadap ancaman aliran lahar dingin, khususnya pada aliran Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang, dan Londola Kelewahu.
Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat di sekitar kedua gunung tersebut untuk tetap tenang, tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab, dan selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia. (carol)





