MANADO, 31 JANUARI 2026 – Bank Indonesia (BI), melihat potensi besar Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam pasar internasional, khususnya sebagai pemasok komoditas perkebunan seperti kelapa.
Ini dijelaskan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulawesi utara (Sulut), Joko Supratikto, dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), yang digelar kemarin oleh Pemerintah Kabupaten Sangihe dan BI KPw Sulut di Tahuna. Menurutnya, melalui penguatan akses internasional akan membuka peluang ekspor langsung dari Sulut tanpa harus transit di pelabuhan lain di luar daerah.
Dimana, kata Joko posisi Sangihe yang berada di sisi utara Indonesia dinilai sangat strategis untuk memanfaatkan kebijakan direct call ke Tiongkok. “Kebijakan direct call dengan Tiongkok sangat strategis. Sangihe bisa mengambil peran sebagai pemasok utama kelapa. Ini bukan hanya soal perdagangan, tapi soal mengangkat kesejahteraan petani di wilayah perbatasan,” kata Joko.
Upaya ini diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Sangihe sekaligus menekan angka kemiskinan yang saat ini menjadi fokus perhatian Pemerintah Provinsi Sulut. Kegiatan sehari ini dihadiri juga oleh Tim BI Kpw Sulut, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Sekretaris Daerah Kepulauan Sangihe Melanchton Herry Wolf, serta anggota TPID dan TP2DD dari berbagai instansi terkait. (gracey wakary)




