JAKARTA, 4 FEBRUARI 2026 (ANTARA) – Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP mengatakan sekitar 30 persen kejadian kanker usus besar (kolorektal) diderita pasien di bawah usia 40 tahun yang dipengaruhi oleh makanan.
“Di negara-negara maju yang di bawah umur 40 tahun itu sekitar 10 persen, di Indonesia 30 persen, jangan hanya kita kelihatan sederhana kankernya sedikit, jadi fenomena yang kita lihat sekarang ini semakin muda dan semakin banyak,” kata Prof. Aru dalam acara pembukaan pameran lukisan penyintas kanker di Jakarta, Rabu.
Aru mengatakan faktor risiko terbesar kanker 90 persen dipengaruhi oleh lingkungan dan kebiasaan sedari dini yang dalam kurun waktu tertentu dapat berdampak di usia lebih lanjut. Namun saat ini, dengan perubahan lingkungan dan gaya hidup yang sudah mengalami pergeseran lebih awal dapat membangkitkan sel kanker lebih cepat termasuk karena kebiasaan konsumsi makanan olahan ultra.
Selain itu, makanan produksi industri kini juga semakin banyak dan mudah didapat, dan pembentukan sel kanker dari berupa benjolan membutuhkan waktu 5-20 tahun. Jika terpapar terus menerus dengan bahan makanan industri dengan tambahan persevatif maka pajanan karsinogen pembentuk kanker akan semakin dini. “Sebetulnya yang muda-muda sudah harus mau menginvestasi kesehatannya dari sekarang, apa yang dimakan agar mencegah kanker yang tumbuhnya di usia tua,” kata dia.
Prof. Aru mengatakan setiap hari tubuh membelah sel dan bisa saja dalam satu hari pembelahan tersebut menjadi abnormal sehingga ada 1 juta risiko terjadinya kanker. Maka itu perlunya asupan makanan dan keseimbangan pola hidup yang baik untuk membantu tubuh mempersiapkan sel yang baik dengan cara hidup sehat serta berolahraga dan mempertahankan berat badan ideal.
Pewarta : Fitra Ashari
Editor : Siti Zulaikha





