MANADO, 1 MARET 2026 – Untuk mewujudkan cita-cita besar NKRI pada 2029 mendatang, yaitu menjadi pusat ekonomi syariah dunia, maka Bank Indonesia (BI), berkomitmen untuk mendorong dan mendukung pencapaian ini melalui kebijakan yang telah diatur.
Dijelaskan oleh Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sulawesi utara (Sulut), Direktur Joko Supratikto saat membawakan sambutannya di Puncak Acara HIJRAH Sulut Fest atau Festival Halal, Inklusif dan Hijau Ramadhan Sulawesi Utara Tahun 2026 yang digelar Sabtu kemarin, di Atrium Megamall Manado. Joko menyebut ada tiga pilar utama yang menjadi kebijakan BI untuk pencapaian di 2029 mendatang yang dirangkum menjadi Industri, Keuangan dan Literasi Syariah atau IKLAS.
“Pada Pilar pertama, Industri Syariah dilakukan melalui program penguatan halal food, modest fashion dan pariwisata ramah muslim. Pilar kedua, Keuangan Syariah dilakukan melalui program inovasi dan digitalisasi keuangan syariah,” tuturnya dalam sambutan ini, sambil menambahkan Pilar ketiga yaitu Literasi Syariah dilakukan melalui serangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi ekonomi syariah.
Supratikto juga mengungkap kegiatan yang telah berlangsung sejak 18 Februari ini, telah menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Hijrah Sulut Fest merupakan sebuah momentum untuk menjadi wadah sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong penguatan ekosistem Halal, Inklusif, dan Hijau di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia menambahkan juga, ajang ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjadikan bulan Ramadhan sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi syariah yang berdampak luas. (gracey wakary)





