MANADO, 9 APRIL 2026 – Dihadapan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Maruarar Sirait Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, Gubernur Sulawesi utara (Sulut) Yulius Selvanus mengaku optimistis dengan pembangunan yang berkelanjutan.
Gubernur pilihan rakyat Nyiur melambai ini, juga memaparkan kemampuan daerah ini melalui data statistik ekonomi Sulut yang kerap berada di atas nasional. Walau begitu, Gubernur Yulius juga sempat kaget saat awal menjabat sebagai orang nomor 1 di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulut.

“Saya kaget Pak Menteri, karena saya hingga 2029 wajib melunasi hutan pemerintah daerah ini, dan ini juga membuat kami sebagai pemerintah saat ini, tidak bisa mengajukan pinjaman lagi ke dana pemulihan ekonomi nasional atau PEN,” ungkap lulusan Akmil 88, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang Rencana Keja Pemerintah Daerah Tahun 2027 Provinsi Sulut, yang digelar di Aula Mapulus Kantor Gubernur, Manado pagi tadi.
Dihadapan kedua menteri diatas, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti dan anggota DPR RI serta DPRD Sulut juga media, gubernur memaparkan visi, misi dan 17 program unggulan untuk mendorong ekonomi Sulut serta 8 prioritas pembangunan daerah pada 2027 mendatang, yang diakuinya akan mendorong Sulut makin maju dan sejahtera.
Seperti diketahui, Pemprov Sulut telah mengajukan pinjaman melalui PEN sebesar Rp1,4 triliun dan proses untuk pembayaran ini berakhir pada 2029 mendatang. (gracey wakary)





