MANADO, 13 APRIL 2026 – Ini penting bagi masyarakat untuk memahami pentingnya segera melakukan tindakan medis pada pasien yang terindikasi mengalami gejala stroke.
Stroke sendiri, secara klinis terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan (stroke iskemik), maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Dijelaskan oleh dr Denny J Ngantung Sp.N (K) Konsultan Spesialis Saraf dari Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dalam Seminar Siaga Stroke dan Jantung yang digelar akhir pekan kemarin di Lantai 6 Sentra Medika Hospital.
Diuraikan, waktu selama 4,5 jam amat penting bagi pasien untuk segera mendapat tindakan medis tepat. “Jika melihat tanda tanda stroke pada sahabat, teman dan saudara kita maka jangan tunggu lama. Segera bawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis tepat agar tidak mengalami kerusakan permanen pada otak. “Jadi semakin cepat dan mendapat penanganan medis yang tepat, maka kerusakan yang parah pada otak bisa diminimalisir. Ingat sebelum 4,5 jam, ini biasa kami sebut Golden Period,” tutur Ngantung.
Dia juga menambahkan, agar keluarga atau siapapun yang melihat pasien stroke, untuk membantu dengan membawa ke penangana medis tanpa tunggu waktu. “Jangan biasakan selalu membawa pesan seperti ini, tunggu keluarganya dulu, atau tunggu orang tua dulu. Jangan, karena hal itu akan membuat konsekuensi yang bahaya,” tegasnya.
Selain itu, Ngantung juga menuturkan saat ini, Sentra Medika Hospital Minahasa utara, sudah memiliki fasilitas medis yang canggih dan tenaga medis yang tepat dalam penangan kasus stroke. Selain itu, gejala stroke diungkap Ngantung secara umum adalah wajah dari pasien satu sisi terkulai atau mencong saat tersenyum, kemudian saat dia mengangkat tangan salah satunya pasti terkulai lemas, pengucapan kata juga cadel.
“Yang tak kalah penting adalah jangan pernah memberi obat-obatan sembarangan, atau menusukkan jarum ke ujung jari atau telinga saat melihat gejala stroke. Hal tersebut justru bisa memperparah kondisi. Langkah terbaik adalah langsung membawa pasien ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit yang memiliki fasilitas CT Scan, atau bisa langsung ke Sentra Medika Hospital Minahasa utara,” tutupnya dihadapan peserta seminar yang hadir. (gracey wakary)





