Batasan Mengonsumsi Kafein saat Begadang

Ilustrasi - Sejumlah pengunjung mengikuti nonton bareng siaran langsung pertandingan sepak bola antara Timnas Indonesia melawan Arab Saudi pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di salah satu warung kopi di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (9/10/2025). Nonton bareng (nobar) tersebut digelar untuk mendukung Timnas Indonesia. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 23 JUNI 2026 (ANTARA) – Dokter spesialis gizi klinik dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K menyarankan batasan mengonsumsi minuman berkafein terutama kopi yang kerap diandalkan sebagian individu saat begadang seperti menonton pertandingan sepak bola.

 

Kepada ANTARA, di Jakarta, pada Selasa (23/6) Yohan mengatakan bahwa mengonsumsi kopi saat begadang disarankan hanya satu cangkir dan mempertimbangkan waktu minumnya. Hal ini berkaitan dengan efek kafein yang dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh.

 

“Waktu paruh kafein di tubuh sekitar 6 jam, jadi perlu strategi yang tepat untuk menentukan jam meminum kopinya sehingga tidak mempersulit tidur setelah nonton bola,” kata Yohan.

Baca juga  Pengamat lihat peluang penguatan lanjutan IHSG jangka pendek ke depan

 

Dokter lulusan studi Spesialis Ilmu Gizi Klinis dari Fakultas Kedokteran Diponegoro itu menjelaskan bahwa pada individu yang sehat, batas mengonsumsi kafein maksimal sekitar 400 mg setiap hari atau yang jumlahnya sekitar empat cangkir kopi per hari. Namun, bagi individu yang mengalami hipertensi, batas mengonsumsi kafein lebih rendah yakni maksimal sekitar 200 mg per hari.

 

Susu kerap dipilih sebagai alternatif dikonsumsi saat begadang, Yohan mengatakan termasuk minuman yang lebih sehat karena kandungan zat gizi dan protein. Namun, perlu dipertimbangkan karena mengandung tryptophan terutama pada individu dengan intoleransi glukosa.

 

“Susu juga mengandung tryptophan yang membuat ngantuk dan untuk orang dengan intoleran glukosa dapat menimbulkan rasa mual saat minum susu di perut kosong dan begadang,” ujar dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Premier Bintaro.

Baca juga  Pagi Hari Ini Pukul 08.00 Wita KPU Sulut Resmi Buka Pendaftaran Cagub dan Wagub

 

Yohan mengatakan bahwa tubuh tidak membutuhkan asupan makanan saat terbangun dini hari, namun jika merasa lapar dapat memilih makanan yang lebih sehat seperti buah atau kacang rebus. Selain itu, dia juga menyarankan individu yang begadang perlu memperhatikan durasi tidur. Sebab, jika begadang menjadi kebiasaan bisa berdampak pada kesehatan seperti penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol, hingga fungsi hati.

 

“Untuk meminimalkan kurang durasi tidur sebaiknya bisa menyempatkan tidur dulu sebelum nonton bola, dan jika memungkinkan menggantikannya di siang hari,” imbuh dia.

 

Oleh Sri Dewi Larasati

Editor : Maria Rosari Dwi Putri

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *