NABIRE, 2 AGUSTUS 2026 (ANTARA) – Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyalurkan dua ton bantuan kemanusiaan kepada masyarakat di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang terdampak kekeringan dan krisis pangan akibat cuaca ekstrem berkepanjangan.
Komandan Satuan Tugas Teritorial Koops TNI Habema Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dalam keterangan yang diterima di Nabire, Minggu, mengatakan pendistribusian bantuan dilakukan melalui medan pegunungan yang berat untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terisolasi tetap terpenuhi.
“Keberhasilan pendistribusian bantuan ini merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh personel di lapangan serta dukungan dari pemerintah daerah setempat. Medan yang ekstrem, cuaca yang tidak menentu, dan keterbatasan akses tidak menjadi alasan bagi kami untuk berhenti,” katanya. Ia menjelaskan logistik yang disalurkan mencapai dua ton, terdiri atas beras, paket sembako, mi instan, gula, susu bergizi untuk bayi dan anak-anak, serta obat-obatan.
Seluruh bantuan diangkut menggunakan transportasi udara hingga titik pendaratan, kemudian dipikul personel TNI menempuh perjalanan darat sejauh sekitar 120 kilometer menuju tiga distrik tujuan. Menurutnya, selama perjalanan personel menghadapi kabut tebal, hujan, suhu yang mencapai minus 3 derajat celsius, serta jalur pegunungan yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.
Meski demikian, personel tetap melanjutkan perjalanan selama 12 hari hingga bantuan berhasil diserahkan kepada masyarakat yang selama beberapa bulan terakhir mengalami kesulitan memperoleh bahan pangan. Ia menegaskan, kehadiran TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi situasi darurat kemanusiaan.
“Kami memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran TNI bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kesulitan yang dihadapi masyarakat Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Lambewi Lanius Wenda mengatakan masyarakat di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi mulai mengalami kekeringan dan kelangkaan pangan sejak Juni 2026 akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan hasil panen menurun.
“Bantuan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak. Kami berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut,” katanya. Ia berharap, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penanganan dampak kekeringan dapat terus dilakukan sehingga kebutuhan dasar warga di wilayah pegunungan Papua tetap terpenuhi dan kondisi masyarakat segera pulih.
Oleh Ali Nur Ichsan
Editor : Sambas





