MANADO, 6 OKTOBER 2026 — Operasional Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado ditutup sementara hingga pukul 17.00 WITA sore nanti.
Hal ini terjadi akibat adanya insiden kebakaran rumput yang merambat hingga ke area airside Runway 18 untuk penerbangan pesawat pukul 10.55 WITA tadi pagi.
Dalam siaran pers yang diterima MANADONES, kebakaran ini diduga bermula dari area perbukitan di luar pagar perimeter bandara yang tersapu angin kencang hingga masuk ke area rumput di sisi udara Runway 18. Asap tebal yang ditimbulkan mengganggu jarak pandang (visibility) penerbangan, sehingga manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (API) Bandara Samrat Manado mengambil langkah tegas demi keselamatan udara.
Dampak dari penutupan ini, merimbas pada kedatangan da n keberangkatan beberapa maskapai,seperti penerbangan Lion Air JT 749 rute Manado–Surabaya dan Wings Air IW 1174 rute Manado–Ternate mengalami delay. Sementara itu, dua penerbangan terpaksa dialihkan ke Gorontalo, yaitu Garuda Indonesia GA 600 dari Jakarta dan TransNusa TNU 273 dari Sorong.
Penanganan kebakaran dilakukan secara kolaboratif dengan mengerahkan 2 unit armada Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), 2 unit pemadam Lanud, dan 2 unit pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado. Api berhasil dikendalikan secara bertahap dan petugas melanjutkan ke tahap pendinginan (cooling down). General Manager API Bandara Samrat Manado, Radityo Ari Purwoko, mengonfirmasi bahwa penutupan operasional dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan utama.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama kami. Menyusul adanya kebakaran rumput yang berdampak pada area sekitar Runway 18 serta kondisi asap yang memengaruhi jarak pandang, kami mengambil langkah mitigasi dengan melakukan penyesuaian dan penutupan sementara operasional penerbangan hingga pukul 17.00 WITA,” ujar pria yang akrab disapa Oki tersebut.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan AirNav Indonesia untuk meminimalkan dampak operasional serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang. (gracey wakary)






