Hukum Tua Tatelu Lakukan Penyekatan Api di Perbatasan Kaki Gunung Klabat

Hukum Tua Desa Tatelu di Kabupaten Minahasa utara (Minut), Rossieana Anasthasia Angkouw, SE, pimpin langsung penyekatan api di perbatasan Desa Tatelu dan kaki Gunung Klabat.

MANADO, 12 OKTOBER 2026 – Keselamatan warga lanjut usia (lansia), dan anak anak, selalu menjadi prioritas di setiap program dan kegiatan dari Hukum Tua Desa Tatelu di Kabupaten Minahasa utara (Minut),  Rossieana Anasthasia Angkouw, SE.

 

Bacaan Lainnya

Tak heran, demi membuat api dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang terjadi di Gunung Klabat, tidak merambat ke kawasan desa yang dipimpinnya. Rossi ikut turun, dan memimpin pembuatan sekat api atau penyekatan api, di kawasan yang berbatasan langsung dengan kaki gunung tertinggi di Sulut, pagi kemarin.

 

Selama empat jam, sejak pukul 08.00 Wita hingga 12.30 WITA kemarin, peraih medali perak di ajang WFF Singapore Grand Prix ini berjibaku dengan peluh di terik matahari, di lahan perbatasan antara Desa Tatelu dan kaki Gunung Klabat. Usaha kerasnya ini, juga didukung langsung oleh 10 aparat Desa Tatelu yang dengan sukarela, ikut pada aksi penyelamatan awal dari Karhutlah.

Baca juga  Rp15 Juta dari VAP untuk Aksi Kemanusiaan Bripka Jerry Tumondo

 

“Penyekatan ini kami lakukan bersamaan dengan instruksi pimpinan kami, Bupati Joune Ganda untuk mewaspadai api yang terus menjalar di area kaki Gunung Klabat,” katanya sore kemarin pada MANADONES. Menurutnya, tindakan penyekatan api, jika tidak cepat dilakukan maka dampaknya sangat parah, selain akan ada kerugian material,akan ada juga juga kerugian yang berdampak pada kesehatan manusia.

 

“Ada ratusan lansia dan balita di Tatelu yang bisa terpapar karena Karhutla. Saat ini saja, warga desa telah banyak yang sakit karena mulai terpapar asap. Tak bisa saya bayangkan jika karhutla ini melintasi area kami, sangat riskan,” terang Rossi, yang memilih ikut ambil bagian membuat parimeter halau api di area yang mulai terpapar jentik api.

 

Sekretaris Desa Tatelu, Indra Nelwan yang ikut pada penyekatan api, di perbatasan Desa Tatelu dan kaki Gunung Klabat ini, menyebut aksi cepat Rossi adalah aksi pimpinan yang bertanggungjawab ini.

 

“Ibu (Rossi) bisa saja mengutus saya dan aparat desa lainnya. Tapi beliau juga memilih ikut ke area hutan. Baginya ini resiko jabatan yang harus dijalani. Saya salut,” terangnya pria berbadan besar ini sambil tertawa. Atlet putri andalan Sulut di arena internasional ini juga tak henti melakukan pembatasan parimeter untuk menyekat api,agar tak masuk jauh ke kawasan desa yang memiliki luas  1.217,98 Ha.

Baca juga  Bawaslu Minut Ingat Penyelesaian Sengketa Pilkada Harus Sesuai Prosedur

 

Rossi sendiri menyebut, pemeriksaan kawasan usai penyekatan api ini akan dilakukan setiap dua kali sehari secara bergantian oleh aparat desa dan jaga lingkungan. “Semoga apa yang kami lakukan ini tidak sia sia,” tambah Kepala seksi Kesejahteraan desa Tatelu Eldi Ngangi dan Kepala Wilayah Jaga 2 Desa Tatelu Welly Paath serta Kepala Wilayah Jaga Desa Tatelu Dolvy Montung

 

Karhutlah di gunung yang memiliki ketinggian hingga 1.995 Mdpl ini, telah terjadi hampir dua pekan. Dimana masyarakat yang ada di area kaki gunung diminta untuk selalu waspada. Terlebih area gunung ini mengalami kekeringan yang luar biasa, angin kencang dan minimnya air,membuat kebakaran ini amat sulit padam. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *