MANADO, 20 OKTOBER 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat), bersama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado secara resmi mengklarifikasi isu dugaan perundungan yang melibatkan peserta didik Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Obstetri dan Ginekologi yang sempat ramai di media sosial.
Berdasarkan hasil klarifikasi internal serta pernyataan bersama tertulis yang ditandatangani oleh residen senior Dr. Jonathan I. Baan dan residen junior Dr. Warouw Scriven Yosia pada 19 Oktober 2026, kedua belah pihak menegaskan bahwa tidak ada tindakan perundungan maupun kontak fisik yang terjadi di antara mereka.
Dinamika yang terjadi hanyalah kesalahpahaman pribadi yang telah diselesaikan secara kekeluargaan. Selain itu, narasi yang beredar di media sosial beserta rekaman video yang viral ditegaskan bukan diunggah oleh kedua residen tersebut, melainkan oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab.
Mengenai kondisi peserta didik, residen junior yang bersangkutan saat ini masih tercatat aktif sebagai peserta PPDS-1 Obsgyn FK Unsrat dan sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. Pihak program studi menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan dan pembinaan.
FK Unsrat dan RSUP Kandou juga menegaskan komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan sesuai arahan Kemenkes serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi demi menjaga privasi kedua residen.
Unsrat, adalah institusi pendidikan kawasan bebas bully dan tidak mentolelir aksi aksi yang merugikan tersebut. Namun kami juga mengimbau agar narasi hoaks harus diwaspadai, selain mengajak warga untuk bijak dalam bermedia sosial,” ungkap Humas Unsrat Max Rembang pada MANADONES. (gracey wakary)





