MANADO – Langit Sulawesi Utara (Sulut), menjadi tuan rumah aksi taktis dari dua jenis jet tempur andalan TNI AU dan Royal Australian Air Force (RAAF).
Sebanyak enam jet tempur F-16 Fighting Falcon yang bermarkas di Wing 6 Lanud Rusmin Noerjadin, Pekanbaru dan enam pesawat tempur F-18 Super Hornet milik Royal Australian Air Force (RAAF), sejak 17 September 2019 lalu, hingga 28 September 2019, melakukan dog fight duel di wilayah udara Manado hingga di area Perbatasan Kabupaten Sangihe dan Talaud.

Dijelaskan oleh Letda (Pnb) Aurizqi Indra, duel udara ini merupakan rangkaian kegiatan kerja sama dan peningkatan kemampuan terbang dari para pilot jet tempur Indonesia dan Australia bersandikan Elang Australia – Indonesia (Ausindo) 2019, alias Latma Elang Ausindo 2019 ini. Dia menyebut, dog fight duel ini adalah duel terbang jarak dekat dengan tipe dan jenis pesawat yang berbeda.
“Ini untuk melihat kemampuan dan keahlian dari pilot dan pesawat tempur militer masing masing,” kata Indra.
Selain dog fight duel yang tidak lain adalah Disimilar Basic Fighter Maneuver, jet tempur milik angkatan udara RI dan Australia ini melakukan juga aksi Disimilar Air Combat Maneuver, dan Disimilar Air Combat Training, yang kesemuanya merupakan dasar dari pertempuran udara.
Setiap harinya ada 16 penerbangan yang terbagi menjadi dua periode dan delapan sortie. Ini membuat, langit Sulut mulai pukul 14.00 Wita ramai dengan atraksi kejar kejaran dari jet jet tempur ini. Komandan Pangkalan Udara TNI AU Sam Ratulangi (Danlanudsri) Manado menyebut, Elang Ausindo 2019 ini tidak mengganggu penerbangan sipil, yang ada di Sulut. Karena rute aksi dog fight menggunakan rute yang jarang digunakan untuk penerbangan dan menjadi lintas operasi pengamanan TNI AU. (graceywakary)





