MANADO – Kota Manado identik dengan keragaman adat dan budayanya, dan inilah yang terlihat dalam Baju Khas Manado yang dilauching dan diperkenalkan ke public siang tadi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado.
Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dalam sambutannya menjelaskan latar belakang dari hadirnya Baju Khas Manado, dimana ini awalnya adalah komitmen kuat dari Pemkot Manado untuk mengangkat dan melestarikan budaya melalui Baju Khas Manado.

“Dengan melihat latar belakang Kota Manado, sejak lama telah menjadi ruang perjumpaan bagi berbagai tradisi, etnis, dan riligi, dari beragam penduduknya, secara historis dan kultural, Manado berkembang dalam keragaman. Ada unsur Minahasa, Bantik, Nusa Utara yaitu Sangihe, Sitaro, Talaud, Gorontalo, Tionghoa, Arab, Melayu dan Eropa, dan sebagainya. Sehingga kami, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, meresmikan Peremusan Baju Khas Manado ini,” jelas Lumentut.
Dia menambahkan bahwa Baju khas Manado memgakomodir keberagaman yang ada dan menjadi jatidiri, nilai-nilai luhur, landasan pemikiran, dan keseharian hidup masyarakat Kota Manado.
“Ini menjadi citra yang baik untuk Kota Manado setelah kehadiran Manado Fiesta, Kaeng Manado dan kini Baju Khas Manado,” tambah Senny Alalinti salah satu warga Manado pada Manadones yang menjadi undangan pada kegiatan ini yang juga turut dihadiri oleh Forkopimda Kota Manado, Tim Perumus Baju Khas Manado Coreta Kapojos, Desainer Nasional berdarah Manado Hengky Kawilarang, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Daglan Walangitan, Kadis Pariwisata Kota Manado Lenda Pelealu, Kabag Pem-Humas Setda Kota Manado Sonny Takumansang, juga para Narasumber dari kalangan Akademisi dan Pemerhati Seni dan Budaya di Kota Manado. (graceywakary)





