MANADO – Pagi tadi, sekira pukul 10.00 Wita, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, Wakil Gubernur (Wagub), Steven Kandouw dan Sekretaris Daerah (Sekda), Edwin Silangen serta ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Andrei Angouw, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manado, sekaligus mengimbau kepada seluruh masyarakat yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak untuk lebih awal melaporkan SPT Tahunan.
“Mari taat pajak, pajak itu untuk kita dan amat berguna untuk pembangunan,” kata Olly, sambil berharap kerja sama antara pemerintah provinsi Sulawesi Utara dan Kanwil DJP Suluttenggomalut khususnya KPP Pratama Manado terus terjalin agar dapat secara bersama-sama mensosialisasikan terkait pentingnya pajak sehingga semua masyarakat Sulawesi Utara bersedia mendaftarkan dirinya sebagai Wajib Pajak dan melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Sebelumnya, Gubernur Olly dan jajarannya telah menyampaikan SPT Tahunan melalui e-Filing pada awal Februari ini melalui e-Filing, atau cara penyampaian SPT secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id).
Sementara itu, Plh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) Hisbullah dan Kepala KPP Pratama Manado Devyanus CN Polii mengungkap kehadiran para pimpinan Pemprov Sulut dan wakil rakyat ini, bisa memberikan teladan kepada masyarakat di Sulut untuk dapat melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik khususnya dalam melaporkan SPT Tahunan bahkan lebih awal dari tenggat waktu yang diberikan karena kepatuhan Wajib Pajak dalam penyampaian SPT Tahunan PPh merupakan salah satu indikator untuk tercapainya target penerimaan pajak. “Saat ini pelaporan SPT untuk perorangan masih dibuka hingga Maret ini dan untuk badan hingga April mendatang, lebih cepat lebih baik,” tambahnya.
Dalam rilis Kanwil DJP Suluttenggomalut, dituliskan bahwa KPP Pratama Manado tahun 2019 berhasil mengumpulkan Rp2,073 triliun atau 92,88% dari target sebesar Rp2,232 triliun dan mengalami peningkatan dari tahun 2018 yang tercapai sebesar 81,9 %. (graceywakary)





