Minut Masuk Kawasan Rawan Saat Pilkada

Foto: Bawaslu Minut di Jakarta

Kabupaten Minahasa Utara (Minut), masuk sebagai kawasan yang rawan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi September mendatang.

Bacaan Lainnya

Ini terungkap dalam Peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada Serentak 2020 di 270 kabupaten/kota yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI di Jakarta siang tadi.

Dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh dibuka Wakil Presiden RI, Maaruf Amin ini Bawaslu RI melakukan pengelompokan pemetaan IKP, dalam tiga level yakni Sedang, Rendah dan Tinggi. Kabupaten Minut, berada pada Level Rawan Tinggi dengan skor 70.62 persen. Secara nasional IKP Minut berada pada posisi 9 besar dari 270 daerah yang menggelar Pilkada. Untuk skala Pulau Sulawesi, IKP Minut diurutan 4, sementara di Sulut, Minut urutan pertama tingkat kerawanan Pilkada.

Baca juga  Presiden Hadiri May Day di Monas dan Temui Langsung Ratusan Ribu Buruh

Komisioner Bawaslu Minut (duduk keempat dari kiri), Rahman Ismail saat mengikuti kegiatan yang digelar Bawaslu RI siang tadi di Jakarta.

“Jadi dalam kondisi pemetaan IKP ini, mencakup empat dimensi melibatkan Lembaga Penyelenggara, Kepolisian, Media Massa dan masyarakat. Peluncuran IKP ini, diharapkan menjadi upaya deteksi dini Bawaslu dalam mengawal pelaksanaan Pilkada,” kata Komisioner Bawaslu Minut Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Rahman Ismail pada manadones siang tadi.

Walau begitu menurut Ismail, Bawaslu Minut terus menggelar sosialisasi dengan menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mendukung tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Minut berjalan aman dan damai serta tertib.

“Selain aparat keamanan dan pertahanan juga kami gandeng bekerja sama,” tambah ketua Bawaslu Minut Simon Awuy.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat Minut, Antje Kaseger percaya bahwa pilkada yang akan digelar pada September nanti akan berlangsung panas, namun tidak akan memicu aksi aksi anarkis. “Kita kan sudah beberapa kali menggelar Pilkada, dan kali ini juga haruslah tetap aman dan terkendali,” sebut mantan hukum tua Desa Kolongan Kecamatan Talawaan ini. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *