MANADO – Komitmen tetap bekerja di rumah, untuk memutus rantai penyebaran virus korona atau yang dikenal dengan nama medik sebagai corona virus disease 19 (Covid-19), membuat penyelengaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Manado tetap digelar pagi tadi dengan menggunakan teknologi kekinian alias secara online dengan menggunakan aplikasi zoom.
Kegiatan yang didasarkan pada Surat Edaran (SE) Kementrian Dalam Negeri tentang pelaksanaan Musrenbang RKPD Provinsi dan Kota/ Kabupaten, yang wajib dilaksanakan dengan tetap mengindahkan SOP penanggulangan covid-19 ini dipimpin langsung oleh Walikota, DR Ir GS Vicky Lumentut, SH MSi DEA yang mengambil tempat di kediaman pribadinya yang ada puncak Malalayang Manado, kemudian diruang cerdas comand center (C3) yang dihadiri langsung oleh Kadis Erwin Kontu, wakil Walikota Mor Bastiaan SE, Sekretaris Daerah Kota Manado Micler CS Lakat, SH,MH, Pimpinan DPRD Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, Bappeda Provinsi Sulut, para Pejabat Eselon II dan III dilingkup Kota Manado, Tokoh Agama/Tokoh Masyarakat. Dikesempatan ini, walikota, menyampaikan syukur atas perkenaan Tuhan ditengah pandemi covid-19, Musrenbang Kota Manado bisa digelar.

“Apresiasi juga bagi penyelenggara kegiatan Musrenbang, Bapelitbangda Kota Manado, Kaban Liny Tambajong, bersama kawan-kawan semua, difasilitasi oleh cerdas comand center Dinas Kominfo Kota Manado, Kadis Erwin Kontu dan kawan-kawan, sehingga acara ini boleh terlaksana dengan baik, yang diikuti oleh 98 peserta,” kata Lumentut.
Walikota juga menegaskan, untuk tahun 2020 ini karena adanya pandemi covid-19, pasti akan mengalami perubahan pertumbuhan ekonomi yang sangat siqnifikan. “Oleh karena itu di dalam RKPD nanti saya kira dari berbagai usulan kita ingin masukkan semua perencanaan untuk 2021, namun kondisi seperti ini mohon maaf apabila nanti belum bisa terakomodir. Ada beberapa rumusan prioritas pembangunan di tahun 2021 mendatang, namun kita tetap berpedoman perkembangan dampak covid-19, baik dalam skala Nasional, Provinsi dan Kota tentunya,” terangnya. Walikota pilihan rakyat yang selalu merakyat ini kemudian memaparkan tentang tiga hal penanganan dampak covid-19 yakni, Pertama, tentang Keselamatan, yakni keselamatan kesehatan masyarakat dan keselamatan kesehatan tenaga medis, Kedua, Social safety net, atau jaring pengamanan sosial, Ketiga, Dampak ekonomi, UMKM. “Jadi Musrenbang ini merupakan momen strategis dalam upaya menyusun prioritas pembangunan tahun 2021, selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan Rancangan RKPD dan menjadi acuan dalam penyusunan KUA dan PPAS, yang kemudian menjadi dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Manado Tahun Anggaran 2021,” ungkapnya.
Wakil Walikota juga mengapresiasi gelaran penting ini, dengan menambahakan tentang adanya kebijakan untuk memperkuat Social Distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan Pemerintah Kota Manado mengambil kebijakan work from home.





