Mahasiswi Ini Bongkar Celengan untuk Bantu Warga yang Terdampak Covid-19 di Manado

MANADO — Bagi Syalomita Putri Thamsil, saling berbagi dan menolong sesama sudah menjadi bagian penting yang dipelajarinya sejak kecil, ini pula yang membuatnya nekad membongkar celengan pribadinya, untuk ikut membantu meringankan beban warga kurang mampu yang ada di sekitarnya karena pendemi corona virus disease 19 atau Covid-19.

Bacaan Lainnya
Bersama para petani penggarap lahan di Desa Paniki Bawah siang tadi.

Tidak tanggung tanggung, selama sepekan ini sudah hampir 300 paket yang berisikan beras premium 4 kg, satu liter minyak goreng, dua bungkus supermie, sekotak kue kering, satu susu kaleng, dua kaleng ikan kemasan, satu kotak teh, 1 kg tepung , dua bungkus bihun dan satu bungkus sedang kopi ini, dia bagikan sendiri ke pelosok area kota Manado terutama area perkebunan terpencil dan para tukang angkut sampah di kota ini. Seperti yang terpantau pagi hingga sore, putri dari keluarga besar Thamsil yang baru berusia 18 tahun ini menyusuri area perkebunan yang ada di antara perbatasan Manado dan Minahasa Utara (Minut) untuk membangikan 17 paket sembakonya yang dibawanya dengan bantuan tiga orang adiknya. “Kami memang sangat membutuhkan bantuan ini. Ayah anak anak, baru saja meninggal bulan lalu,” ungkap Wi Wanto, sambil memgucapkan rasa terima kasihnya pada si mahasiswi mungil ini.

Baca juga  Akademisi: Hari Kartini Momentum Refleksi Persoalan Kaum Perempuan

Syalom yang terlihat enerjik membagikan hasil celengannya dalam bentuk bantuan bahan pakok ke warga yang kurang mampu.

Aksi Syalomita Putri ini juga berlangsung di kawasan Kairagi Weru, Liwas, TPA Sumompo, dan Buha. Beberapa warga yang terlihat tinggal di rumah sangat sangat sederhana berlantai tanah langsung menjadi sasarannya. Dia pun terlihat enjoy membawa langsung dari paket bantuan nya ini yang berat per paketnya mencapai 8 kg. “Sebenarnya apa yang saya lakukan sangat kecil artinya. Tapi saya terketuk saat ketiga adik adik saya yang masih sekolah di SD mengungkap bahwa masih banyak warga kurang yang mereka lihat yang harus segera di bantu.Saya kemudian mencari-cari cara, tapi kata orang tua saya lebih baik untuk jalan sendiri dan bawa langsung. Keluarga saya mendukung kegiatan ini, karena bagi mereka kegiatan ini juga bisa menjadi kegiatan saya saat pendemi saat ini,” tutur mahasiswi semester dua Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta.

Aksi bagi bagi kebutuhan pokok dan masker ini juga berlangsung di Klinik Anak Estella di RS Kandouw Malalayang. Disini, putri dari Eni Thamsil pun membawa 60 susu kemasan pada anak anak dan perawat. “Senang rasanya bisa berbagi. Walau ini sedikit dan sangat terbatas, tapi setidaknya ini bisa menjadi bantuan selagi mereka menunggu bantuan langsung dari pemerintah kita yang juga sudah siap penyaluran nya,” tutur Syalom.

Baca juga  Hotline 16 Puskesmas Manado dan Call Center 112 Disiapkan Walikota untuk Covid 19

Sang Ibu, Eni Thamsil pun mengaku sempat terkejut dengan aksi sang putri, menurut nya celengan pribadi Syalom, panggilan akrab dari Syalomita adalah diperuntukkan untuk traveling sang putrinya. “Saat Syalom mengungkap keinginannya untuk membantu sesama. Saya langsug mendukung keputusan nya,” ungkap Eni pada Manadones sambil menambahkan bahwa Syalom sendiri yang membeli dan memilih isi dalam paket bantuan itu.

Besok, Syalom dan ketiga adik adiknya akan kembali membagikan bantuan paket nya ini ke beberapa daerah yang ada di Minahasa Selatan (Minsel), yang akan dibagikan langsung pada orang orang tak mampu dan tempat ibadah yang ditemuinya. “Ayah dan Ibu sejak kecil, sudah mengajarkan kami untuk selalu membantu orang yang kesusahan,” tambah Rangga si bungsu dari keluarga yang menetap di salah satu kawasan elit di Kota Manado.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *