MANADO — Media sosial (medsos), selain menjadi salah satu tempat untuk bersosialisasi, juga menjadi tempat netizen untuk mengungkapkan hal hal yang disukai dan tidak disukai nya.
Tidak terkecuali, beberapa warga Sulawesi Utara (Sulut) yang menjadi nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Mereka banyak yang menuangkan rasa ketakutan dan kesalnya, karena mengetahui anjungan tunai mandiri (ATM), yang mereka miliki sejak Senin (4/8) laku, tidak bisa digunakan. Seperti yang diungkap oleh Linni, wanita pecinta fotografi ini dari Kotamobagu yang awal pekan lalu kesulitan menarik dana tunai di ATM BRI miliknya, karena pemblokiran terjadi tanpa sepengetahuan dirinya.

Lin, panggilan akrab istri aparat ini pun mencari info di media sosialnya, dan mendapati bahwa penarikan dana tunai melalui ATM BRI miliknya tidak bisa dilakukan, karena adanya pemblokiran akibat dugaan pembobolan dana para nasabah BRI. “Cuma sadikileh, kong dong bobol,” tulisnya dalam status di Facebook miliknya sambil merujuk lokasi dirinya berada, yaitu di BRI unit Tuminting. Pada Manadones, Ibu Bhayangkari ini mengungkap kehilangan sejumlah dana tunai di tabungan miliknya dengan penarikan jumlah banyak. Keluhannya di pada BRI pun di respon 130 sahabatnya yang ada di Facebook, dan hampir semuanya mengalami nasib serupa dengannya.
Sama juga yang dialami oleh Chu Cilia, warga Kanaan Manado, yang kebingungan karena ATM BRI miliknya juga tidak bisa melakukan transaksi. Dia pun menulis pada statusnya bahwa dia mengecek dan mengambil gaji suaminya yang masuk melalui rekening milik bank nasional ini. “BRI, kok nda bisa ada penarikan, ada apa ya? Tulisnya dalam akun Facebook milik nya. Beragam pemberitahuan didapatnya yang kebanyakan menyebutkan adanya pemblokiran ATM karena ada nya dugaan pembobolan rekening BRI. Ternyata rekening saya, ada sejumlah penarikan yang tidak saya ketahui, rekening saya dibobol,” akunya istri mantan kasat lantas ini. Salah satu jurnalis Sulut dari harian Posko, Lily Paputungan juga mengaku rekening miliknya dua hari lalu dibobol sebanyak Rp4 juta. “Kemarin, saya diinfokan oleh kantor adanya transfer senilai Rp7,5 juta. Jadi jika ditotal dengan saldo lama yang jumlahnya hanya Rp19 juta, maka di rekening BRI saya sudah tercantum angka Rp26,5 juta. Tapi semuanya hilang, rekening saya dibobol,” katanya.
Aksi curhat juga dilakukan oleh Mustika Indah Jaman, yang kaget dengan uangnya sejumlah Rp80 juta hanya bisa ditarik sekira Rp5 juta. “Pelayanan tidak menyenangkan dan sebagai nasabah yang ingin menarik uang milik kami, malah dibatasi dengan alasan yang tidak jelas,” sebut pengacara ini, sembari menambahkan bahwa penarikan tunai tabungannya dilakukan, karena dugaan pembobolan rekening nasabah BRI yang telah terjadi selama ini.

Pimpinan Cabang BRI Manado, Dekhi Permadi didampingi Humas BRI Manado, Andre Mamesah menjelaskan bahwa, hampir setiap hari di BRI Manado selalu menerima keluhan nasabah, yang mngaku memiliki beragam masalah yang dihadapi. Khusus, dugaan pembobolan Danan nasabah, dia mengaku belum mengetahui jelas jumlah nasabah yang menjadi korban. Namun dia meminta agar para nasabah bisa berkunjung ke kantor BRI pusat atau kantor BRI terdekat untuk menyampaikan permasalahan dan kendala yang mereka hadapi. “Bahwa semua proses layanan bank itu, telah dilakukan sesuai prosedur dan prinsip kehati-hatian. BRI, untuk meminimalisir kejadian kejadian diluar, BRI menyatakan tidak pernah meminta data rahasia apapun pada nasabah melaui media apapun. Kalaupun meminta data, BRI selalu meminta nasabah untuk datang ke kantor BRI,” jelasnya saat ditanya dugaan pembobolan dana nasabah di BRI Manado siang tadi (6/7). Juga saat dimintai tanggapannya tentang jumlah nasabah yang melaporkan pembobolan dana mereka, Dekhi menyebut belum menerima pelaporan dari nasabah nasabah. (Graceywakary)





