KLiR Minut Gelar Estafet Unik untuk Merah Putih di HUT ke 76 Kemerdekaan RI

LIKUPANG SATU, 18 Agustus — Beragam aksi dan kegiatan digelar oleh seluruh warga Indonesia, untuk memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI, namun yang paling unik adalah kegiatan yang digagas oleh Camat Likupang Timur (Liktim), Minahasa Utara (Minut), Delby Wahiu dengan dukungan Komunitas Likupang Raya (KLiR).

Dimana pagi kemarin (17/8), upacara pengibaran bendera Merah Putih digelar anggota KLiR di Pulau Napomanu yang merupakan pulau di Desa Sarawet dengan ragam mangrove adalan Liktim di KEK Pariwisata Likupang.

Bacaan Lainnya

Menariknya, sebelum upacara ini digelar, bendera yang digunakan ini diarak ala estafet triathlon dengan menempuh jarak sekitar 7,6 kilo meter melewati tiga desa lalu sungai bakau hingga tiba di pulau Napomanu yang

Awalnya, Merah Putih disiapkan oleh oleh Camat Delby Wahiu yang juga merupakan pembina KLiR di Kantor Camat Liktim yang ada di Likupang Satu diserahkan pada pengurus KLiR Marlen Sumual, Sandra Rondonuwu dan Yudith Rondonuwu. Duo Rondonuwu ini kemudian diserahkan pada pengurus KLiR lainnya, Ayu Mega dan Hendro Kodoatie sebagai pelari yang kemudian membawa bendera ini melintasi jalan raya dan diserahkan pada pelari cilik Kiara Maramis yang ditemani si kembar batita Kay dan Key Rondonuwu di perbatasan antara Desa Likupang Satu dan Desa Likupang Dua.

Baca juga  Kapolres Kunjungi Bawaslu Minut

Disini sudah menunggu si anggota DPRD Minut yang low profile Gerrit Luntungan dengan trailnya yang kemudian membawa bendera dari depan Bengkel Kreatif KLiR, ke pesepeda yang merupakan tokoh pemuda Minahasa Utara Gilbert Mojojoh Maramis untuk menuju ke dermaga di Desa Sarawet, Dusun Kualabatu. Bendera kemudian diestafet lagi ke Ketua Harian KLiR, Jelly Maramis yang dengan perahu kayaknya menyusuri sungai bakau di Liktim sepanjang 2,5 km menuju Napomanu.

Sampai dipesisir Naponamu, bendera kemudian diserahkan pada Allan Rondonuwu yang menggunakan stand up paddle (SUB) sejenis selancar di depan Pulau Napomanu. 

Dari selancar tersebut bendera diserahkan kepada Jovanca yang juga personil Kelompok Pecinta Alam (KPA) Likupang yang kemudian membawa bendera Merah Putih dengan berenang bebas menuju lokasi upacara pengibaran bendera yang dihadiri oleh pengurus dan simpatisan KLiR.

Dari perenang Jovanca bendera diterima oleh Julio Pelealu, Galatia Rawung dan Oshin Balau yang merupakan Koordinator KLiR wilayah Likupang Kepulauan yang kemudian melakukan pengibaran Merah Putih di pulau ini. “Mengapa pengibaran bendera harus melalui estafat dan melewati banyak rute. Karena itu adalah makna dari keberagaman dan kebersamaan. Kami, berharap HUT RI kali ini bisa memberikan motivasi akan adanya harapan bahwa badai pasti berlalu, tantangan dan rintangan yang bisa kita hadapi bersama-sama dan pasti akan sampai kepada tujuan dengan kemenangan yang dimiliki bersama,” kata Camat Delby didampingi Ketua harian KLiR, Jelly Maramis.

Baca juga  Salvador Dali ada di dalam Pantai Makalisung Minut

Jelly kemudian menambahkan bahwa dipilihnya Pulau Napomanu untuk lokasi pengibaran Merah Putih ini adalah sebagai cara mereka untuk memperkenalkan lokasi wisata baru di Likupang pada masyarakat. “Selain itu untuk menegaskan pulau ini adalah milik masyarakat adat Likupang khususnya warga Desa Sarawet,” ujar tokoh masyarakat Minahasa Utara ini.

Demikian dipesankan Ketua Umum KLiR, Arnold Nelwan Sompie bahwa semua harus semangat berkarya di masing-masing profesi walau pandemi tetap berjuang dengan tidak melupakan doa, ibadah dan beramal. “Semoga pandemi ini segera berlalu. Semoga Komunitas Likupang Raya bisa terus memberi inspirasi dan energi positif bagi sesamanya walawpun dalam keterbatasan karena memang tidak ada organisasi yang sempurna sebagaimana mestinya,” tutur Ketum Arnold yang sedang bekerja di Jakarta. (gracey Wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *