MANADO, 3 OKTOBER 2022 – Bukti, menjadi bagian pelestarian batik sebagai warisan dan budaya nasional, Batik Air menggelar fashion show saat penerbagan.
Fashion show ini, dilakukan oleh para crew cabin dari salah satu maskapai grup Lion Air, saat penerbangan perdana untuk rute baru tujuanSamarinda dan Pekanbaru, dan frekuensi terbang ke Medan Kualanamu (KNO), Surabaya (SUB) dan Yogyakarta Kulonprogo (YIA) dari Jakarta di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP).
Dalam siaran pers Batik air pada MANADONES, pagi tadi Fashion Show ini dilakukan saat pesawat berada di ketinggian 35.000 kaki.
“Fashion show ini, bertemakan Ikon Kebanggaan Indonesia. Kegiatan ini, adalah bentuk kami untuk mengapresiasi semua karya batik yang begitu luar biasa, ikut melestarikan batik sebagai warisan dan budaya nasional, serta mengkampanyekan ciri khas batik dari masing-masing daerah dengan kearifan lokal yang ada di Indonesia,” kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam siaran pers ini.
Adapun motif batik yang diperagakan merupakan bagian yang mewakili kota tujuan Batik Air seperti dari Luwuk melalui Tenun Nambo menjadi kebanggan dari Kabupaten Banggai yang mempunyai nilai seni yang tinggi, dan diunggulkan dalam trend centre ethic daya tarik kepariwisataan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Hadir juga, motif batik Batara Guru yang bermakna kemakmuran, Sawerigading yaitu berjiwa petualang, mengembangkan diri dan berfikir untuk kemajuan, We Cudai yaitu karakter melindungi, meneduhkan dan menunjukkan keanggunan, ada juga motif I La Galigo dengan goresan semangat pelopor, pemimpin, pekerja keras dan mandiri).
Batik motif Papua juga ditampilkan oleh crew cabin terbaik Batik Air antara lain Aya Chandra, Lielian Prescilla, Putra Bagus Maulana, Shinta Yuliasmi, Tiffani Pricilia, Putri Andriani, Paramita Kisstyaning, Naomi Gracia Caroline, Aqda Andela, Sheibyna Kinka, Muhammad Al Rasyad dan Kholisatun Nasiroh. (graceywakary)





