MANADO, 28 JUNI 2023 – Wajah Sharon Walewangko terlihat kebingungan dan pucat, saat melihat langsung kejadian tak menyenangkan yang terjadi disalah satu obyek vital yang ada di Sulawesi Utara (Sulut), Bandara Sam Ratulangi Manado kemarin.
Mahasiswi dari Universitas Katolik De La Salle (Unikadelasalle) Manado, yang sedang magang di Kantor AP I Bandara Sam Ratulangi Manado ini, melihat langsung aksi yang tidak biasa di kawasan yang menjadi tempat magangnya, Selasa kemarin (27/6). Sekira pukul 09.00 Wita, Sharon melihat langsung para petugas pengamanan dari AP I Bandara Sam Ratulangi Manado, yang didukung aparat keamanan Polda Sulut dan aparat pertahanan yang ada di Lanud Sam Ratulangi, melakukan penyisiran dan steril area karena adanya ancaman bom dari oknum kelompok massa tak bertanggungjawab, yang menggelar aksi huru hara di kawasan masuk bandara yang diduga tidak puas dengan kebijakan AP I Bandara Sam Ratulangi Manado.

Di jam yang sama, ia juga mendapatkan informasi adanya kejadian kebakaran, yang terjadi di area cargo bandara, hingga membuat dua pekerja AP I Bandara Sam Ratulangi di bawa dengan menggunakan mobil ambulan karena menjadi korban kebakaran. Kemudian, melihat pesawat Manguni Air dengan nomor penerbangan MG-0623, tujuan Singapura terbakar mesin sebelah kanan yang kemudian menjalar ke area sayap serta badan pesawat bagian kanan, hingga membuat pesawat k tergelincir ke sisi kiri runway. “Ini pertama kalinya, saya melihat langsung kejadian seperti ini di bandara. Sempat takut juga, tapi bangga karena pegawai,staf dan aparat AP I sigap,” ungkap mahasiwi yang baru menjalani magang awal tiga bulan di kantor AP I Bandara Sam Ratulangi Manado, sambil tersenyum.
Pada MANADONES Direktur Operasi PT Angkasa Pura I, MMA Indah Preastuty, didampingi General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai, menjelaskan kejadian yang dituturkan Sharon adalah latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke—109, yang mengusung tema “Dengan Semangat Transform To Elevate Kita Tingkatkan Komunikasi, Koordinasi, dan Komando Menuju Satu Tujuan yaitu Pelayanan Bandar Udara Kelas Dunia”. “Pelaksanaan latihan PKD ini, merupakan bukti komitmen AP I dalam mewujudkan layanan bandara yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pengguna jasa bandara,” katanya.
Ia juga menjelaskan, kegiatan pelatihan PKD yang meliputi tiga rangkaian latihan skala penuh (full scale exercise), yang mencakup simulasi kebakaran gedung kargo (fire building exercise), simulasi ancaman bom serta penanganan huru hara di area bandara (airport security exercise), serta simulasi kecelakaan pesawat (aircraft accident exercise) ini, merupakan bagian perwujudan komitmen AP I mendukung kebijakan pemerintah dalam sektor pariwisata di Sulut untuk memberikan rasa aman dan nyaman para wisatawan domestik dan mancanegara, di pintu kedatangan.
Minggus juga mengurai, latihan PKD ini, seluruh personil bandara serta para pemangku kepentingan, melakukan komunikasi dan informasi sesuai dengan prosedur yang tertuang di dalam Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandara atau Airport Emergency Plan Document, dan Dokumen Program Keamanan Bandar Udara atau Airport Security Programme Document.
“Kami berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan optimal dan kami pastikan bahwa kegiatan operasional Bandara Sam Ratulangi Manado tidak terganggu selama jalannya latihan. Kami berharap latihan ini, kami dapat memantapkan alur koordinasi antar stakeholder bandara dan dapat menguji prosedur, kesiapan peralatan serta personel terkait penanganan kondisi darurat,” tambah Gandeguai, sembari menyebut ada 300 staf AP I Bandara Sam Ratulangi Mando yang ikut pelatihan yang berjalan sesuai prosedur tanpa korban.
Pelaksanaan latihan PKD ke-109 di Bandara Sam Ratulangi Manado ini, merupakan latihan PKD kedua yang diselenggarakan oleh AP I di tahun 2023, sebelumnya latihan PKD ke-108 dilaksanakan di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Mei 2023 lalu. (graceywakary)





