508 Personel Gabungan dan Robot ikuti AEE Bandara Sam Ratulangi

Persiapan upacara dalam rangkaian Airport Emergency Exercise pagi tadi di Bandara Sam Ratulangi Manado.

MANADO, 21 MEI 2026 — Sebanyak 508 personel gabungan dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) Bandara Sam Ratulangi Manado, BASARNAS, Lanudsri, Polres Manado, Airnav, BPBD dan BMKG serta tim medis dari empat Rumah Sakit (RS), hadir langsung dalam Airport Emergency Exercise.

Robot juga diikusertakan pada ajang drill paggi tadi di Bandara Sam Ratulangi.

Kegiatan latihan penanggulangan keadaan darurat (PKD), yang digelar pagi tadi di area Bandara Sam Ratulangi ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan API Bandara Sam Ratulangi dalam menanggulangi ancaman, bencana dan keadaan darurat, ikut dihadiri oleh robot pedeteksi bom milik aparat Brimobda Sulut.

Bacaan Lainnya
Baca juga  RAFI 2025 Telkomsel Regional Sulawesi Capai Kenaikan Trafik Broadband Hingga 18,2%

 

Regional CEO V PT Angkasa Pura Indonesia, Handy Haryudhitiawian mengurai latihan berskala besar ini dilakukan sebagai komitmen API, untuk terus meningkatkan kompetensi serta kemampuan personel agar selalu siaga menghadapi setiap risiko maupun ancaman gangguan keselamatan dan keamanan di lingkungan penerbangan.

 

“Sebagai pengelola bandara terbesar ke-5 di dunia, API memegang peran penting sebagai agent of development dan value creation. Peran ini bertujuan mendorong pengembangan usaha serta percepatan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional melalui konektivitas udara,” jelasnya didampingi GM PT API Bandara Sam Ratulangi Radityo Ari Purwoko, Kepala BASARNAS Manado dan Kadisops Lanudsri pada media.

 

Menurut Handy, transformasi bandara menjadi wajah kebanggaan bangsa diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas pelayanan yang mencerminkan keramahtamahan khas Indonesia. Namun, jaminan keselamatan tetap menjadi prioritas yang mendasar.

Baca juga  1.000 Personel Polda Sulut dan Polrestas Manado Gelar Korve Besar –besaran di Boulevard

 

“Untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, berbagai upaya perlu dilaksanakan, salah satunya melalui latihan PKD ini sebagai upaya antisipasi kita agar selalu siap dan sigap, baik dari segi personel, fasilitas, maupun dokumen yang dimiliki bandara,” terangnya lagi.

 

Handy menekankan bahwa sinergi yang kuat dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) yang tergabung dalam Komite Keselamatan Bandara menjadi kunci keberhasilan agenda ini. “Tahun ini, latihan Penanggulangan Keadaan Darurat tersebut mengusung tema “Synergy for Capability Development: Collaboration for Stronger Emergency Readiness”, tambah Purwoko. (gracey)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *