MANADO, 2 OKTOBER 2023 – Kota Manado, pada September 2023 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, dan untuk inflasi year on year (yoy) , sebesar 1,16 persen.
Ini, dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), menjadikannya yang terendah bersama Kota Gorontalo secara nasional, dari 90 kota yang menjadi pantauan untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) Nasional. Inflasi tertinggi ada di Kota Manokwari sebesar 5,26 persen.
Diuraikan oleh Kepala BPS Sulawesi Utara (Sulut), Asim Saputra siang tadi, bahwa ada sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, secara yoy semua kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,93 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,49 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,33 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,84 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,52 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,71 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,25 persen, kelompok transportasi sebesar 0,22 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen.
Dia juga menyebut yang menjadi penyumbang inflasi terbesar secara yoy pada bulan September adalah beras sebesar 0,7871 persen dan komoditi penyumbang deflasi terbesar yaitu cabe rawit sebesar 0,4137 persen. “Sementara, untuk penyumbang inflasi terbesar secara month to month (mtm) pada bulan September 2023 yaitu ikan deho sebesar 0,0971 persen, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah tomat sebesar 0,0955 persen,” kata Asim. (graceywakary)





