MANADO, 21 OKTOBER 2023 – Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Sophia Wattimena, mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat, untuk stabilitas sektor jasa keuangan.
Ini, sampaikan Wattimen yang juga merangkap sebagai Ketua Dewan Audit, dalam kegiatan “OJK Mengajar”, yang digelar di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), pada Jumat pekan kemarin, dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)ke –12 OJK. Dia menjelaskan berbagai tugas dan kewenangan strategis OJK termasuk amanat yang baru dari UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK), selain Sophia juga peran OJK dalam penguatan governansi atau tata kelola disektor jasa keuangan (SJK). “Sangat penting menjaga stabilitas sektor jasakeuangan dan kepercayaan masyarakat. Untuk itu, OJK terus berupaya menguatkan governansi SJK,” terangnya dihadapan sekira 1.000 mahasiswa calon tokoh agama Kr Protestan ini.
Diurainya, melalui menguatkan pendekatan tiga jalur model atau three lines model, maka akan membangun budaya speak up, dan menerapkan manajemen anti-fraud di SJK yang bertujuan mewujudkan industri jasa keuangan yang sehat dan berintegritas. Disebutnya juga, OJK mendorong peningkatan kualitas SDM pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) dan mendorong penguatan peran fungsi GRC di PUJK, melalui keberadaan fungsi Dewan Direksi (BoD), Dewan Komisaris (BoC), komite-komite seperti komite audit, manajemen risiko, nominasi dan remunerasi, serta fungsi audit internal.
OJK, sebut Wattimena ikut mendorong profesi penunjang, seperti auditor, aktuaris dan penilai, untuk dapat meningkatkan quality assurance terhadap jasa yang diberikan sehingga dihasilkan output asurans maupun konsultansi yang akuntabel dan benar-benar memberikan nilai tambah. Serta, OJK melakukan optimalisasi penggunaan teknologi dalam proses pengawasan, melakukan evaluasi atas regulasi yang diterbitkan untuk terus disempurnakan, mendorong kolaborasi SJK dengan profesi penunjang, dan menerapkan mekanisme Quality Assurance/Quality Control (QA/QC) pada bidang Pengawasan. “Jangan lupakan untuk terus menjaga integritas, bertanggung jawab dan menginspirasi perubahan positif di masyarakat,” tambahnya.
Di kegiatan ini, seperti dikutip MANADONES dalam siaran pers OJK RI, hadir juga Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa GMIM, Pendeta Hein Arina ThD, dan Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon, Pdt DR Arthur Rumengan MPd K. “Ini adalah bentuk kepedulian OJK, kepada civitas academica dan khususnya kepada mahasiswa, agar dapat menambah pengetahuan mengenai praktik jasa keuangan dan governansi di sektor jasa keuangan,” kata Arina sambil menambahkan, mahasiswa tidak hanya membutuhkan spiritual equipment tetapi juga membutuhkan equipment dari sektor jasa keuangan, agar mahasiswa memiliki literasi keuangan yang baik. (graceywakary)





