MANADO, 5 APRIL 2024 – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie MEng IPU ASEAN Eng, sore tadi melantik Dr Ferry Liando MSi sebagai Dekan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik (Fisip) periode 2024 – 2028.
Dalam pelantikan yang digelar di Lantai IV Rektorat Unsrat, Rektor Sompie mengucapkan selamat selamat, dan mendorong Dekan Liando menjadikan Fisip makin maju dan terdepan. Sementara Liando sendiri, pada media usai pelantikan menjelaskan bahwa visi misinya sesuai dengan visi misi Rektor Unsrat, yakni menciptakan sarjana yang mampu berkompetisi di dunia kerja, serta mewujudkan Unsrat sebagai kampus yang unggul dan berbudaya menuju World Class University.
Tidak ketinggalan dia juga menyampaikan adanya empat tantangan yang akan dihadapinya dalam memimpin Fisip yang disebutnya adalah tantangan dari segi teknologi, tenaga kerja asing atau TKA, ketimpangan fasilitas antara Perguruan Tinggi (PT) di Jawa dan diluar Jawa termasuk Sulut dalam hal ini Fisip Unsrat, dan yang keempat adalah maraknya PT Kedinasan yang membatasi gerak para lulusan. “Isu-isu ini merupakan tantangan terberat bagi sarjana lulusan FISIP Unsrat. Sebab akan menjadi penghambat bagi lulusan baik dalam hal persaingan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan ataupun berkompetisi berkairier dimana ia akan bekerja. Oleh karena itu saya terpanggil untuk menjawab tantangan itu,” tuturnya padaa MANADONES.
Dia pun secara singkat menerangkan bahwa di kepemimpinannya, maka mahasiswa Fisip Unsrat, ke depan tidak hanya diarahkan untuk fokus pada pencapaian dan prestasi akademik semata, tetapi juga perlu dipacu mengenai pengembangan potensi dan keterampilan teknis yang dapat mendukung kesuksesan di dunia kerja. “Lingkungan kampus harus dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri dan kepribadian mahasiswa, ini agar mampu menjawab tantangan di atas,” urai Liando. Tidak hanya itu saja, pengamat Pemilu ini, menambahkan untuk mengatasi kekurangan jumlah guru besar maka perlu dilakukan berbagai upaya seperti pembentukan unit khusus percepatan pengurusan guru besar termasuk pendampingan dalam pengadaan jurnal internasional terakreditasi scopus bagi masing-masing dosen yang bergelar S3. “Upaya penambahan guru besar bertujuan untuk peningkatan mutu pendidikan, akreditasi, kesejahteraan dosen serta sebagai persiapan pembentukan program studi pascasarjana,” tambahnya. (graceywakary)





