Kemenkumham Dorong UMKM Perempuan Manfaatkan Kekayaan Intelektual

Tangkapan layar - Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Min Usihen dalam Seminar Perempuan Indonesia bertajuk "Perempuan Berkarya, Indonesia Cemerlang" yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa. (ANTARA/Agatha Olivia Victoria

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 30 APRIL 2024 (ANTARA) – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mendorong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perempuan untuk bisa memanfaatkan dan memahami kekayaan intelektual.

 

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Min Usihen mengatakan pemanfaatan kekayaan intelektual penting agar para pelaku UMKM perempuan bisa memberikan nilai tambah terhadap produk yang dijual, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, hingga peningkatan penghidupan yang lebih layak. “Oleh karena itu, kami berharap melalui seminar ini semakin banyak perempuan yang meningkat pemahamannya akan kekayaan intelektual,” ujar Min dalam Seminar Perempuan Indonesia bertajuk Perempuan Berkarya, Indonesia Cemerlang yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa.

Baca juga  Pos Indonesia Ditunjuk Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan 2023

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021, sebanyak 64,5 persen UMKM dari total 65 juta UMKM di Indonesia dikelola atau dimiliki oleh perempuan. Maka dari itu, Min mengapresiasi kerja keras para pelaku UMKM perempuan di seluruh Indonesia, namun dari banyaknya jumlah UMKM tersebut masih sedikit perempuan yang berpartisipasi dalam sistem kekayaan intelektual. “Artinya masih sedikit pula perempuan Indonesia yang mendapatkan manfaat dari kekayaan intelektual,” ucap dia. Oleh karenanya, dia mengungkapkan pemerintah terus memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif dan berpartisipasi dalam mengawal pembangunan di semua bidang agar semua hal itu dilakukan guna menjalankan amanat konstitusi. Pemerintah, kata dia, juga terus berkomitmen untuk mendorong kreativitas dan inovasi perempuan Indonesia agar sejalan dengan prinsip ketiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yakni no one left behind atau tidak ada seorangpun yang tertinggal.

Baca juga  BI Mendukung Langkah Hukum untuk Penyalahgunaan QRIS

 

Dengan demikian, Min menuturkan prinsip itu menjamin bahwa pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan harus melibatkan semua pemangku kepentingan dan memberikan manfaat bagi semua. Terkait hal itu, ia mengapresiasi inisiatif dan langkah yang telah dilakukan seluruh pihak, baik dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, pimpinan tinggi perempuan Indonesia, maupun para pelaku ekonomi kreatif yang terus mendorong kreativitas dan inovasi perempuan, serta mendorong perlindungan atas kekayaan intelektual. “Ke depan kita menantikan konsistensi dan kehadiran peran perempuan lebih banyak lagi, termasuk para pelaku ekonomi kreatif perempuan di dalamnya, untuk mewujudkan Indonesia cemerlang, bebas dari kemiskinan, kesenjangan, dan ketertinggalan,” kata Min.

Pewarta: Agatha Olivia Victoria

Editor: Hisar Sitanggang

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *