Seke Maneke Mengembalikan Kearifan Lokal Nelayan di Kepulauan Tatoareng Sangihe

MANADO, 10 JUNI 2025 – Ambilah seperlunya, untukmu, keluargamu, sesamamu dan lumbung asapmu. Tapi jangan menjarah, dan merusak alam.

 

Bacaan Lainnya

Kalimat inilah yang dituturkan oleh Kapitalaung (Kepala Desa) Kampung Para Lelle, Elengkey Nesae saat ditemui MANADONES siang kemarin. Ini juga menjadi alasan salah satu tradisi sekaligus ritual adat mereka, Seke Maneke. Nesae kemudian mengurai, Seke Maneke adalah bagian dari adat yang tidak bisa dipisahkan dari kampung mereka yang merupakan bagian dari gugus Kepulauan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Ritual Seke Maneke yang akan digelar pada 12 Juni mendatang di Desa Wisata Para Lelle, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Ritual adat ini diugkap Neasae adalah bagian dari tradisi lama, yang turun temurun dilakukan oleh masyarakat dan para tetua kampung mereka. Dimana, dalam setahun sekali mereka akan menggelar Seke Maneke yang menangkap ikan bersama sama di area pantai dengan menggunakan alat dari alam yang terbuat dari bulu, dianyam dengan rotan dan daun kelapa.

Baca juga  Olahraga yang Dapat Dilakukan saat Beraktivitas di Rumah Saja

 

Ini juga lah yang membuat Wildlife Conservation Society (WCS), berkolaborasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi utara (Sulut), mendorong pemerintah kampung untuk mengagendakannya sebagai salah satu ajang menarik wisatawan. “Seke Manake, mengingatkan kita bahwa kearifan lokal sudah lama di kampung ini dan terus dijaga. Dengan menjadikannya gelara wisata, kami berharap kawasan lain juga bisa mengikuti. Dimana gelaran budaya lokal yang berwawasan kearifan lokal bisa dikemas menjadi menarik dan bernilai,” terang perwakilan WCS di Para Lelle, Elisa Lengkong.

 

Sementara perwakilan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang ada di Sulut, Hendrieks Anderson Rundengan menyebut Kampung Para Lelle merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Tatoareng (Kabupaten Kepulauan Sangihe), yang terletak di antara gugusan Kepulauan Tatoareng dikenal dengan keanekaragaman hayati perikanan yang tinggi. “Karena kampung ini masuk sebagai Desa Wisata maka kegiatan ini kami yakini akan memberikan dampak positif pada perekonomian warganya,” tambah Rundengan.

Baca juga  Pemerintah Kampung Petta Selatan Ucapkan Selamat HUT ke –57 ke Pj Bupati dr Rinny Tamuntuan

 

Seke Maneke sendiri, puncaknya akan digelar Kamis 12 Juni besok, dengan dihadiri oleh para undangan mulai dari pemerintah provinsi Sulut, pemerintah kabupaten dan para wisatawan lokal dan mancanegara. (gracey wakary/ agung koyongian)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *