MANADO, 27 JUNI 2025 – Minuman sehat berkualitas dari tanaman herbal yang telah memiliki sertifikat halal, dan masuk sebagai UMKM binaan unggulan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Sulawesi utara(Sulut), Pawon Mba Dina mencuri perhatian di ajang Urban Digifest 2025.
Ajang besutan BI KPw Sulut yang digelar di Manado Town Square (Mantos), yang resmi dibuka pada 25 Juni ini memang menghadirkan seluruh UMKM binaaan BI KPw Sulut yang masuk dalam program unggulan mereka, Wira Usaha Bank Indonesia atau yang disebut Wanua. Pada Manadones, owner Pawon Mba Dina, Dina Munaroh menjelaskan khusus ajang ini, dihadirkan produk unggulan mereka yaitu Empon-Empon Jamu yang terdiri dari Jamu beras kencur, Jamu wedang jahe, Jamu kunyit asem dan Jamu temulawak, dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari ukuran botol kecil Rp7 ribu, ukuran botol sedang Rp15 ribu, botol ukuran besar Rp40 ribu dan gelas sebesar Rp 10 ribu.
“Semua yang kami gunakan adalah produk herbal, natural, berkhasiat dan amat mudah ditemui di alam terutama di tanah Minahasa. Untuk ajang kami memberikan kemudahan pembayaran pada para pecinta sehat dengan menggunakan QRIS, mudah dan bisa digunakan dimana saja,” kata Dina. Dia kemudian mengungkapkan, produk yang dijual ini merupakan hasil tangan leluhur Nusantara, tepatnya dari tanah Jawa, yang mendapat polesan berkelas dari BI melalui program Wanuanya. UMKM sendiri menjadi salah satu kunci yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi utara (Sulut), dimana kinerja ekonomi Sulut hingga Triwulan I 2025 mampu mencapai angka 5,62 persen, lebih tinggi dari nasional sebesar 4,87 persen.
Deputi BI Filianingsih dalam sambutannya juga mengungkap keberhasilan ajang tahunan ini, yaitu Urban Digifest 2024, yang mampu menyerap transaksi hingga Rp2,26 miliar, melalui kehadiran UMKM yang sebagaian besar adalah binaan KPw BI Sulut dan partner. “Ajang ini, Urban Digifest 2025 diharapkan mampu menghasilan Rp4,2 miliar selama 5 hari kegiatan dengan kehadiran lebih dari 100 UMKM,” tuturnya, dihadapan Menteri Ekonomi Kreatif juga sekaligus menjabat sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto, Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Ketua Dekranasda Sulut Anik Yulius Selvanus dan para undangan yang hadir. (gracey wakary)





